32 C
Surabaya
15 August 2026
spot_img

Labuan Bajo Diguncang Gempa M 7,7, Pengunjung Hotel Ungkap Situasi Laut dan Arahan Basarnas

ALIANSIBERITA.ID, LABUAN BAJO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.

Guncangan tersebut terasa di sejumlah wilayah dan memicu kepanikan warga, termasuk para pengunjung hotel di Labuan Bajo. Sejumlah video yang memperlihatkan kepanikan saat gempa kemudian beredar di media sosial.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores.

Salah satu kesaksian datang dari pengguna Threads dengan akun @maulidyamrn yang saat kejadian berada di sebuah hotel di Labuan Bajo.

Pengunjung Hotel Berlarian saat Gempa

Dalam tiga video yang diunggahnya, terlihat para pengunjung hotel bergegas keluar dan berkumpul di area lobi setelah gempa mengguncang.

Mereka memilih berada di luar kamar untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman. Situasi tersebut terjadi di tengah gempa susulan yang masih dirasakan setelah guncangan utama.

Pemilik akun tersebut juga membagikan kondisi laut yang berada di sekitar hotel tempatnya menginap. Dia menyebut adanya perubahan kondisi permukaan laut setelah gempa susulan terjadi.

“Gempa di Labuan Bajo. Sebelum ada gempa susulan, air laut belum surut, begitu gempa susulan berlanjut air laut mulai surut. Stay safe everyone!” tulisnya dalam keterangan unggahan.

“Tadi pagi masih enggak surut lho divideoin, sumpah ini langsung surut,” lanjutnya.

Kesaksian tersebut menjadi perhatian karena muncul setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT dan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Basarnas Datangi Hotel dan Beri Arahan

Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun mengungkapkan bahwa gempa susulan masih beberapa kali dirasakan.

Menurut keterangannya, petugas Basarnas juga mendatangi hotel tempatnya menginap. Para pengunjung kemudian mendapat arahan untuk menjauh dari kawasan yang berisiko dan menuju lokasi yang lebih tinggi.

“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah mendoakan keselamatan mereka selama berada di Labuan Bajo.

“Terimakasih warga yg sudah mendoakan kami disini, semoga kita selalu dilindungi dimanapun kita berada,” sambungnya.

Dalam video lainnya, ia kembali memperlihatkan kondisi laut. Dia mengatakan air laut sempat naik sebelum kemudian kembali surut.

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Sementara itu, BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir.

BMKG melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah 1 meter di sejumlah wilayah terdampak.

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat dan wisatawan di wilayah terdampak tetap perlu mengikuti informasi serta arahan resmi dari petugas di lapangan, terutama apabila kembali merasakan gempa susulan.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles