JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi bisu kebangkitan determinasi “Macan Kemayoran”.
Di tengah gemuruh dukungan Jakmania, gelandang elegan Fabio Calonego tampil sebagai dirigen utama yang membawa Persija Jakarta menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1, Jumat (20/2/2026) malam.
Penobatan Fabio sebagai Man of the Match (MoTM) pada laga pekan ke-22 Super League Indonesia 2025/2026 ini bukan tanpa alasan.
Pemain asal Brasil tersebut menjadi sosok paling sibuk di lini tengah, memutus rantai serangan lawan sekaligus menjadi kreator transisi yang mematikan.
Menuntaskan “Utang” di Kandang
Bagi Fabio, kemenangan atas Juku Eja bukan sekadar tambahan tiga poin di papan klasemen. Ada beban moral yang harus dituntaskan setelah hasil minor saat menjamu Arema FC di laga kandang sebelumnya.
“Kami memiliki ‘utang’ dari pertandingan terakhir melawan Arema FC, di mana kami gagal menang di rumah sendiri. Hari ini, dengan kehormatan dan kemuliaan Tuhan, kami berhasil meraih tiga poin tersebut,” ungkap Fabio dikutip dari laman resmi Persija, Sabtu (21/2/2026).
Dia mengakui, PSM Makassar bukanlah lawan yang mudah ditembus. Kedisiplinan tinggi yang ditunjukkan tim tamu sempat membuat lini depan Persija frustrasi. Namun, kesabaran dan visi bermain Fabio di jantung permainan menjadi kunci pembeda.
Rahasia di Balik Penampilan Impresif
Saat ditanya mengenai performa individunya yang menonjol, Fabio justru memilih untuk tetap membumi. Baginya, status MoTM adalah bonus dari sebuah kolektivitas tim yang solid di bawah arahan strategi Mauricio Souza.
“Kuncinya adalah persiapan. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, maksimal di setiap latihan dan pertandingan. Tapi kemenangan ini bukan karena saya seorang. Ini hasil kerja keras bersama rekan-rekan setim,” tegasnya.
Bersama Aditya Warman, Fabio sukses menjaga kedalaman tim. Statistik menunjukkan beberapa kali ia melakukan intersep krusial yang mencegah PSM melakukan serangan balik cepat.
Menjaga Asa Juara
Kemenangan ini sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing di papan atas.
Persija Jakarta membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuat dan mentalitas pemenang untuk terus bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.
“Kami masih terus berada dalam persaingan untuk memperebutkan gelar juara,” pungkas Fabio penuh keyakinan.



