MILAN, ALIANSIBERITA.ID – Inter Milan menghadapi ujian mentalitas yang sesungguhnya saat menjamu wakil Norwegia, Bodo/Glimt dalam leg kedua play-off Liga Champions, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.
Defisit kekalahan 1-3 pada leg pertama menempatkan Nerazzurri dalam posisi sulit di hadapan publik sendiri.
Legenda sepakbola Jerman dan ikon Inter Milan, Jurgen Klinsmann memberikan pandangan mendalam mengenai situasi ini. Baginya, membalikkan keadaan di kompetisi Eropa bukan sekadar soal taktik, melainkan keyakinan kolektif.
Belajar dari Sejarah 1990
Klinsmann mengenang momen ikonik tahun 1990 di ajang UEFA Cup. Saat itu, Inter kalah 0-2 dari Aston Villa di leg pertama, namun berhasil bangkit dengan kemenangan 3-0 di San Siro.
“Itu adalah comeback terbesar dalam karier saya. Kuncinya adalah optimisme. Sejak awal, kami semua yakin bisa melakukannya. Anda harus mulai dari sana, dari keyakinan yang mendorong Anda melakukan hal-hal besar,” ungkap Klinsmann kepada La Gazzetta dello Sport.
Strategi ‘Sabar’ yang Mematikan
Pesan utama Klinsmann untuk skuat asuhan Simone Inzaghi adalah kesabaran. Menurutnya, kesalahan terbesar dalam upaya comeback adalah ambisi untuk mencetak semua gol di menit-menit awal secara terburu-buru.
“Anda tidak perlu mencetak semua gol seketika. Dulu, kami harus menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk gol kedua Nicola Berti. Pelajaran pentingnya adalah tetap tenang dan terus menekan tanpa kehilangan kendali,” jelasnya.
Ujian Tanpa Lautaro, Harapan pada Pio Esposito
Langkah Inter kian terjal dengan absennya sang kapten, Lautaro Martinez, karena cedera. Namun, Klinsmann menaruh harapan besar pada talenta muda, Pio Esposito, sebagai ujung tombak.
“Pio sudah menunjukkan kualitasnya. Dia pemain muda yang tidak kenal takut dan punya kepercayaan diri tinggi. Meski baru 20 tahun, dia punya jiwa kepemimpinan yang bisa menarik rekan setimnya. Kita berharap dia menjadi ‘man of destiny‘ untuk kelolosan Inter,” kata Klinsmann.
Jangan Remehkan Kebangkitan Norwegia
Klinsmann juga memperingatkan bahwa Bodo/Glimt bukanlah tim sembarangan. Perkembangan sepakbola Norwegia dalam satu dekade terakhir telah mengubah mereka menjadi kekuatan yang solid di Eropa.
“Mereka tim yang sangat bagus dan tidak akan terintimidasi. Inter harus menyerang secara total, namun tetap waspada agar tidak terekspos serangan balik mematikan mereka,” pungkasnya.



