ALIANSIBERITA.ID – Legenda sepakbola Italia, Paolo Di Canio melontarkan kritik pedas terhadap kualitas lini belakang Juventus saat ini.
Mantan penyerang Lazio dan West Ham itu secara spesifik menargetkan Lloyd Kelly, yang dinilainya tidak memenuhi standar sebagai bek utama bagi tim pemburu gelar juara.
Kekecewaan Di Canio memuncak setelah Juventus menderita kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Kelly dituding sebagai aktor di balik gol keempat raksasa Turki tersebut setelah kehilangan penguasaan bola secara ceroboh di dalam kotak penalti.
Sebut Lloyd Kelly ‘Lembek’ Seperti Ikan Tuna
Berbicara kepada TMW, Di Canio menyoroti pernyataan pelatih Juventus, Luciano Spalletti, yang sebelumnya mencoba membela dan mengangkat mental sang pemain.
“Dia (Spalletti) berkata: ‘Kelly bahkan tidak tahu seberapa kuat dirinya’, padahal kenyataannya, dia itu seekor tuna (lembek),” cetus Di Canio dengan nada sarkas.
Meskipun Di Canio menambahkan bahwa secara personal Kelly adalah sosok yang baik, dia tetap menegaskan bahwa secara teknis, pemain asal Inggris itu bukanlah profil bek yang dibutuhkan Juventus untuk merengkuh trofi besar.
“Secara personal dia orang baik, tapi tidak ada narasi yang membuat kita yakin bahwa Kelly akan menjadi starter di tim Juventus yang memenangkan Scudetto atau Liga Champions di masa depan. Kata-kata motivasi pelatih terkadang hancur seketika oleh performa seperti di Istanbul yang ‘membunuh’ tim,” paparnya.
Investasi Jangka Panjang yang Dipertanyakan
Lloyd Kelly bergabung dengan Bianconeri dari Newcastle United pada bursa transfer Januari 2025. Hingga saat ini, dia telah mencatatkan 51 penampilan di semua kompetisi dan masih memiliki kontrak panjang di Allianz Stadium hingga Juni 2029.
Meski mendapatkan kepercayaan reguler dari Luciano Spalletti dengan 20 penampilan musim ini, blunder di panggung Eropa ini menjadi rapor merah bagi Kelly. Kritik Di Canio seolah menjadi pengingat bagi manajemen Juventus bahwa loyalitas dan kepribadian baik saja tidak cukup untuk menjaga marwah pertahanan “Nyonya Tua” yang legendaris.
Kini, beban berat ada pada pundak Lloyd Kelly untuk membuktikan bahwa julukan “Ikan Tuna” dari Di Canio adalah sebuah kesalahan, atau ia akan terus menjadi sasaran empuk kritik publik Turin.



