SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban sekaligus momen bagi umat Muslim untuk membersihkan diri.
Namun, perubahan pola makan dan tidur seringkali membuat tubuh terasa lemas, mengantuk, hingga muncul gangguan pencernaan jika tidak dikelola dengan benar.
Menyadur informasi kesehatan berbasis sains dari Healthline, puasa sebenarnya memiliki manfaat medis yang besar bagi tubuh, mulai dari menstabilkan gula darah hingga mengurangi peradangan.
Agar Anda tetap berstamina dari subuh hingga maghrib, berikut adalah panduan praktis yang dirangkum Redaksi Aliansi Berita:
1. Jangan Skip Air Putih (Pola 8 Gelas)
Sangat mudah mengalami dehidrasi ringan saat berpuasa karena tubuh tidak menerima cairan selama lebih dari 12 jam. Pastikan Anda tetap minum minimal 8 gelas air (sekitar 2 liter) dalam sehari dengan pembagian: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Ini kunci agar tidak sakit kepala dan tetap fokus.
2. Sahur dengan Protein dan Serat
Menu sahur sangat menentukan stamina Anda seharian. Hindari hanya makan mi instan atau nasi putih saja. Tambahkan protein seperti telur, ikan, atau tempe, serta sayuran hijau. Protein dan serat dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga rasa kenyang akan bertahan lebih lama hingga sore hari.
3. Berbuka dengan Porsi Kecil Terlebih Dahulu
Makan besar secara langsung saat bedug Maghrib bisa membuat perut “kaget” dan menyebabkan begah. Awali dengan air putih dan 3 butir kurma atau buah segar. Berikan jeda sekitar 15-20 menit sebelum menyantap nasi agar sistem pencernaan bekerja secara bertahap.
4. Hindari Gorengan dan Makanan Terlalu Asin
Gorengan memang nikmat, tapi tinggi lemak trans yang membuat tubuh cepat merasa haus dan mengantuk. Begitu juga makanan asin yang dapat menarik cairan dari sel tubuh, memicu dehidrasi lebih cepat di siang hari. Utamakan makanan rebus atau kukus yang lebih segar.
5. Tetap Gerak Ringan (Ngabuburit Sehat)
Puasa bukan alasan untuk tidur seharian. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau berbenah rumah di sore hari menjelang berbuka. Gerakan ini membantu melancarkan aliran oksigen ke otak, sehingga rasa kantuk justru akan hilang.
6. Waspadai Sinyal Bahaya Tubuh
Meskipun puasa adalah ibadah, kesehatan tetap prioritas. Pakar medis menyarankan untuk segera membatalkan puasa jika Anda merasa pusing hebat, gemetar (keringat dingin), atau lemas yang sampai mengganggu kesadaran. Jangan paksakan diri jika kondisi fisik menurun drastis.
7. Konsultasi Bagi Penderita Penyakit Tertentu
Bagi warga yang memiliki riwayat diabetes, asam lambung kronis, atau ibu hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa penuh. Hal ini penting untuk mengatur jadwal minum obat dan memastikan asupan nutrisi tetap aman bagi janin atau kondisi penyakitnya.
Ramadan adalah bulan penuh berkah. Dengan pola hidup sehat, ibadah puasa kita akan terasa lebih ringan, khusyuk, dan memberikan manfaat kesehatan yang nyata bagi tubuh. Selamat menunaikan ibadah puasa!



