ALIANSIBERITA.ID – Kabar duka datang dari jagat musik cadas. Phil Campbell, gitaris yang menjadi pilar stabilitas bagi band legendaris Motorhead selama lebih dari tiga dekade, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2026) waktu setempat. Phil tutup usia di umur 64 tahun.
Kepergian musisi asal Wales ini dikonfirmasi melalui pernyataan emosional dari keluarganya.
Phil disebut menghembuskan napas terakhir dengan tenang setelah berjuang melawan kondisi kritis pasca-operasi besar yang dijalaninya di ruang ICU.
Tangan Kanan Lemmy Kilmister
Bagi komunitas pecinta musik metal dan rock di seluruh dunia, Phil Campbell bukan sekadar gitaris. Dia adalah “tangan kanan” mendiang Lemmy Kilmister.
Bergabung sejak 1984, Phil menjadi saksi hidup sekaligus aktor utama di balik transformasi Motorhead menjadi unit heavy metal paling disegani di planet ini.
Meskipun Motorhead telah kehilangan banyak personel selama bertahun-tahun, Phil adalah sosok yang paling setia berdiri di samping Lemmy hingga band tersebut bubar pada 2015.
Selama 31 tahun pengabdiannya, Phil terlibat dalam pembuatan album-album master seperti Orgasmatron, 1916, hingga album terakhir mereka, Bad Magic.
Warisan yang Tak Padam: Phil Campbell and The Bastard Sons
Semangat Phil terhadap musik tidak pernah pudar meski Motorhead telah berakhir. Ia justru memulai babak baru dengan membentuk band keluarga, Phil Campbell and The Bastard Sons yang melibatkan ketiga putranya sendiri.
“Warisan, musik, dan kenangan yang dia ciptakan bersama banyak orang akan hidup selamanya,” tulis pihak keluarga dalam pernyataan resmi yang meminta privasi bagi mereka di masa sulit ini.
Kepergian Phil juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan seperjuangannya, Mikkey Dee (drummer Motorhead yang kini di Scorpions). Mikkey menyebut Phil sebagai gitaris rock terbaik yang pernah bekerja bersamanya.
“Tidurlah yang nyenyak, prajurit rock. Sampaikan salam pada Lemmy, Würzel, Filthy, dan Eddie di sana,” ungkap Mikkey dalam salam perpisahan yang menyentuh.
Lebih dari Sekadar Metal
Sepanjang hidupnya, Phil Campbell selalu berusaha mematahkan label sempit tentang dirinya. Dalam berbagai kesempatan, dia sering menegaskan bahwa akarnya adalah rock and roll dan permainan gitarnya jauh lebih luas daripada sekadar distorsi metal.
Hal ini dia buktikan lewat album solonya, Old Lions Still Roar (2019), di mana dia berkolaborasi dengan musisi lintas genre, menunjukkan kapasitasnya sebagai komposer dan gitaris yang sangat versatil.
Dunia kini kehilangan salah satu “pahlawan gitar” yang paling rendah hati dan berdedikasi. Namun, suara gitar Phil Campbell akan tetap menderu dalam setiap piringan hitam dan memori para penggemarnya di seluruh penjuru dunia.
Goodbye, Phil. Rock in Peace.



