27 C
Surabaya
12 April 2026
spot_img

Pasar Induk Kramat Jati Berbenah, Perumda Pasar Jaya Targetkan Normalisasi Sampah 6.970 Ton

JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Perumda Pasar Jaya tengah melakukan akselerasi besar-besaran untuk menuntaskan persoalan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Langkah cepat ini diambil guna memastikan denyut nadi perekonomian di pasar induk terbesar tersebut tetap terjaga tanpa gangguan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Volume sampah yang sempat menjadi sorotan di media sosial itu diperkirakan mencapai 6.970 ton, atau setara dengan muatan sekitar 410 truk tronton. Kondisi ini berawal dari kendala teknis armada pengangkutan yang terjadi sejak 9 Maret 2026 lalu.

Progres Pengangkutan Meningkat Tajam

Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan terus meningkatkan intensitas pengangkutan.

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, pembersihan mulai menunjukkan hasil signifikan dalam dua hari terakhir.

“Kami terus berkoordinasi intensif agar seluruh tumpukan sampah segera terangkut sepenuhnya. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat dan pedagang atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi,” ujar Topik di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan ke lokasi. Rinciannya, 20 armada beroperasi pada hari sebelumnya, disusul 13 armada tambahan pada hari ini.

Selain pengangkutan fisik, Pasar Jaya juga memperketat penyaringan (screening) di lapangan agar alur pembuangan sampah lebih terkendali dan tidak meluber ke area aktivitas warga.

Solusi Jangka Pendek: Pengadaan Armada Mandiri

Guna memutus ketergantungan pada pihak luar dan mencegah kejadian serupa terulang, Perumda Pasar Jaya telah menyiapkan rencana aksi konkret. Salah satu langkah strategis yang sedang diproses adalah pengadaan unit transportasi sampah mandiri.

“Kami sedang memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri dengan kapasitas masing-masing 16 meter kubik. Targetnya, akhir April 2026 armada ini sudah bisa beroperasi untuk memperkuat tim internal,” kata Topik.

Transformasi Teknologi: Menuju ‘Zero Waste’

Tak hanya fokus pada pengangkutan, Perumda Pasar Jaya juga mulai melirik transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi untuk jangka panjang.

Ya, rencananya, sampah akan dikelola langsung dari sumbernya agar tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Beberapa inovasi yang tengah disiapkan antara lain, Teknologi Thermal Hydrolysis yakni pengolahan sampah organik dengan sistem tekanan uap. Serta, sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero), yaitu skema pengelolaan sampah yang bertujuan mengubah limbah menjadi produk bernilai guna tanpa sisa.

    “Langkah-langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan di lingkungan pasar-pasar Jakarta,” tutupnya.

    Related Articles

    Komentar Anda

    IKUTI KAMI

    0FansLike
    0FollowersFollow
    0SubscribersSubscribe
    - Advertisement -spot_img

    Latest Articles