ALIANSIBERITA.ID, KUPANG – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung melihat kondisi masyarakat dan fasilitas yang rusak akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).
Kedatangannya bertujuan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak penanganan daruratnya berjalan cepat, sekaligus memastikan penanganan darurat dari pemerintah pusat mengalir tanpa hambatan.
Langkah cepat penanganan bencana ini menyusul guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Menkeu menyempatkan diri melihat langsung titik-titik pengungsian demi memetakan kebutuhan mendesak di lapangan.
Sebagai aksi tanggap darurat awal, jajaran pegawai Kementerian Keuangan melalui gerakan ‘Kemenkeu Peduli’ menyalurkan paket logistik senilai Rp565.202.500.
Logistik Pangan hingga Sanitasi Disalurkan
Bantuan awal yang diserahkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak pengungsi, mulai dari bahan pangan pokok hingga perlengkapan kebersihan.
Untuk kebutuhan dasar, disalurkan 4.600 kg beras, 2.740 kg gula pasir, 210 liter minyak goreng, 380 lembar selimut, 81 lembar terpal, serta 200 potong pakaian.
Dukungan konsumsi harian juga disiapkan lewat kiriman 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, 540 dus air mineral, 20 dus kopi dan teh, 20 dus sereal, 13 dus bumbu dapur, serta 7 dus kecap dan saus.
Sementara untuk menjaga sanitasi dan kesehatan warga di lokasi penampungan, Kemenkeu Peduli menyerahkan 30 dus sabun, 60 dus popok bayi, 61 dus pembalut wanita, 5 dus pasta gigi, serta 5 dus pelembap kulit (handbody).
Seluruh porsi bantuan ini merupakan hasil donasi serta bentuk kepedulian gotong royong seluruh pegawai Kementerian Keuangan.
“Ini baru bantuan dari Kemenkeu Peduli, dari orang-orang Kementerian Keuangan. Kita melihat seperti apa kebutuhan di sini. Nanti kalau anggaran, yang lebih besar,” ujar Menkeu di lokasi, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).
Jaminan Anggaran APBN Tanpa Hambatan
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Pusat siap mendukung penuh penanganan pascagempa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kementerian Keuangan akan memastikan ketersediaan dana agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat bekerja maksimal di lapangan.
“Yang jelas, dari Kementerian Keuangan kami menyiapkan dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu. Kalau nanti membutuhkan tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan,” kata dia menegaskan.
Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran penanganan bencana pada BNPB sebesar kurang lebih Rp5 triliun.
Meskipun sebagian dana tersebut telah dipakai untuk operasi tanggap darurat awal, dia menjamin pemenuhan kebutuhan penanganan gempa di NTT akan terus disesuaikan dengan eskalasi di lapangan.
Pemerintah optimistis pemulihan wilayah terdampak gempa di NTT dapat berjalan terukur.
Penanganan akan terus berlanjut secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar warga pengungsi, hingga percepatan rehabilitasi sarana dan prasarana umum.



