29.4 C
Surabaya
15 July 2026
spot_img

PEPABRI Jatim Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter dan Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

LUMAJANG, ALIANSIBERITA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Jawa Timur menggelar Sarasehan Kebangsaan bertema “Partisipasi Aktif Ormas dalam Menyiapkan Generasi Milenial Bangsa yang Handal Menuju Indonesia Emas 2045” di Aula Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Lumajang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Dandim 0821/Lumajang, Kapolres Lumajang, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, jajaran Dinas Pendidikan, Bakesbangpol Kabupaten Lumajang, Wakil DPD PEPABRI Jawa Timur beserta pengurus, serta sejumlah organisasi veteran dan kemasyarakatan.

Turut hadir Ketua LVRI, Ketua PPAD, PPAL, PPAU, PP Polri, DHD 45, FKPPI, PD PERIP Jawa Timur, PD PERIP Kabupaten Lumajang, DPC PEPABRI Kabupaten Lumajang, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lumajang, hingga para peserta dari unsur OSIS, BEM, dan Pramuka.

Pengabdian Tidak Berakhir Saat Pensiun

Ketua DPD PEPABRI Jawa Timur Mayjen TNI (Purn) Dr. Istu Hari Subagio, SE., MM menjelaskan bahwa PEPABRI merupakan organisasi kemasyarakatan yang menaungi purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri. Organisasi ini berdiri pada 12 September 1959 di Kaliurang, Yogyakarta, dan kini telah memasuki usia 66 tahun dengan status badan hukum yang sah.

Dia mengatakan, visi PEPABRI adalah memperkuat persatuan purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri bersama seluruh komponen bangsa dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menurutnya, semangat pengabdian para purnawirawan tidak berhenti ketika masa dinas berakhir. Hal tersebut tercermin dalam motto PEPABRI, yakni “Sekali pejuang tetap pejuang, sekali prajurit tetap prajurit, sekali bhayangkara tetap bhayangkara.”

Istu juga menyinggung hubungan historis antara PEPABRI dengan Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) yang memiliki motto Satya Bhakti Nirantara, sebagai simbol pengabdian tanpa henti kepada bangsa dan negara.

“Seorang prajurit boleh berhenti dari kedinasan, tetapi tidak boleh berhenti mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Istu Hari Subagio, mengutip pesan Ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar.

Sarasehan Kebangsaan bertema “Partisipasi Aktif Ormas dalam Menyiapkan Generasi Milenial Bangsa yang Handal Menuju Indonesia Emas 2045” di Aula Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/7/2026). (Foto: ist)

Bekal Generasi Emas Indonesia

Dalam sambutannya, Istu Hari Subagio memberikan perhatian khusus kepada para peserta dari kalangan OSIS, BEM, dan Pramuka. Menurutnya, mereka merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa pada saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

Istu menegaskan, terdapat sejumlah hal yang harus dipersiapkan generasi muda agar mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Mulai dari menempuh pendidikan berkualitas, mengembangkan inovasi dan kreativitas, membangun kepemimpinan yang visioner, aktif berkontribusi di tengah masyarakat, menjaga persatuan dalam keberagaman, hingga mewarisi semangat juang 1945 yang pantang menyerah.

“Ikuti sarasehan kebangsaan ini dengan baik. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal sekaligus motivasi bagi kalian untuk menjadi pemimpin bangsa yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya sebelum memimpin orang lain.

“Bukan calon pemimpin kalau dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Saya yakin mahasiswa di Lumajang, khususnya BEM, memiliki sikap kritis, tetapi tetap mampu menyampaikan pendapat dengan cara yang beradab. Itu yang harus menjadi contoh bagi anak-anak muda,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Ketua DPD PEPABRI Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam membangun kualitas generasi muda.

Menurutnya, tantangan era digital dan globalisasi harus dihadapi dengan memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, serta kemampuan soft skills. Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi berbagai ancaman seperti judi online dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Sesuai tema kegiatan ini, PEPABRI sebagai organisasi perjuangan ingin ikut berpartisipasi menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lingkungannya ke arah yang lebih baik, sekaligus menjauhi judi online maupun narkotika yang kini menjadi ancaman serius,” tutup Istu Hari Subagio.

(jojo)

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles