27.8 C
Surabaya
24 June 2026
spot_img

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan, DPD PEPABRI Jatim Bekali Generasi Muda Nganjuk Wawasan Kebangsaan

NGANJUK, ALIANSIBERITA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan and Warakawuri TNI dan POLRI (PEPABRI) Jawa Timur bergerak nyata dalam membekali generasi penerus bangsa.

Melalui Sarasehan Kebangsaan, organisasi ini mengajak pelajar hingga mahasiswa di Kabupaten Nganjuk untuk bersiap mengambil tongkat estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Acara yang mengusung tema “Partisipasi Aktif Ormas Dalam Menyiapkan Generasi Milenial Bangsa yang Handal Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini berlangsung di Ruang Pertemuan UPT Balai Latihan Kerja, Jalan Kapten Kasihin No. 3, Cangkringan, Nganjuk, pada Rabu (24/6/2026).

Sarasehan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PEPABRI Jatim, Mayjen TNI (Purn) Dr. Istu Hari Subagio, S.E., M.M., Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, M.M., Kabid Sospol, Agama, dan Ormas Bakesbangpol Jatim Agus Imantoro, S.E., M.M., serta jajaran Forkopimda Nganjuk.

Tak ketinggalan, para pengurus organisasi purnawirawan seperti LVRI, PP AD, PP AL, PP AU, PP Polri, DHD 45, FKPPI, hingga Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) turut hadir mendampingi ratusan peserta dari pengurus OSIS, Pramuka, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Nganjuk.

Enam Kunci Sukses Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam sambutannya, Ketua DPD PEPABRI Jatim, Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio menekankan bahwa para pelajar dan mahasiswa yang hadir merupakan aktor utama masa depan.

Dia meminta para peserta untuk mengikuti sarasehan ini dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan motivasi kuat menjadi pemimpin masa depan.

“Kalian adalah generasi emas yang kami harapkan bisa menjadi pemimpin bangsa yang andal demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” ujar Istu Hari Subagio.

Dia memaparkan enam kunci sukses bagi generasi muda dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 kelak. Pertama, pendidikan berkualitas demi mencetak SDM inovatif global. Kedua, kreativitas dalam mencari solusi di masyarakat. Ketiga, melatih kepemimpinan yang visioner sejak dini.

Keempat, aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan politik. Kelima, menjaga persatuan di tengah keberagaman, dan keenam, senantiasa merawat nilai juang 45 serta sikap pantang menyerah.

Menurutnya, komitmen PEPABRI dalam mengawal wawasan kebangsaan tidak akan pernah luntur. Berdiri sejak 12 September 1959 di Kaliurang, Yogyakarta, organisasi yang kini berusia 66 tahun tersebut memegang teguh prinsip bahwa pensiun dari kedinasan bukan berarti akhir dari pengabdian.

“Jiwa Sapta Marga seorang prajurit tidak boleh luntur sebelum tembakan salvo pemakaman. Kita boleh berhenti kedinasan, tetapi tidak boleh berhenti mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya, mengutip pesan senior PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono dan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar.

Semangat ini juga selaras dengan organisasi pendamping mereka, Perip Jatim, yang memegang motto Satya Bhakti Nirantara, yang berarti setia berbakti dan mengabdi terus-menerus tanpa akhir.

DPD PEPABRI Jatim menggelar Sarasehan Kebangsaan di Ngawi, Rabu (24/6/2026). (Foto: AB/jojo)

Bupati Nganjuk Ingatkan Milenial Cerdas Pilih Informasi

Di tempat yang sama, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi membakar semangat para peserta dengan jargon khasnya, “Salam Gas Pool”. Dia berpesan agar anak-anak muda Nganjuk memiliki tiga hal utama, yakni rasa cinta Tanah Air yang mendalam, kecerdasan dalam berorganisasi, serta mental juara yang kukuh.

Di era digital ini, Marhaen juga mengingatkan agar generasi milenial tidak mudah termakan berita bohong (hoax) atau penggiringan opini (framing) yang marak di media sosial.

“Anak muda sekarang harus cerdas memilah dan memilih informasi. Jangan tergesa-gesa langsung membagikan ulang kabar yang belum jelas sumbernya karena banyak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pesan Marhaen.

Dia juga mendorong pemuda Nganjuk agar tidak takut menghadapi kegagalan. “Kalau gagal, coba lagi. Gagal keempat kali, temukan solusi di percobaan berikutnya. Dengan mental tangguh dan mental juara seperti itu, tidak ada istilah gagal lagi. Nganjuk Gas Pool!” serunya puitis.

Penguatan Karakter Jadi Benteng Hadapi Tantangan Global

Apresiasi tinggi juga datang dari Bakesbangpol Jawa Timur. Melalui Kabid Sospol, Agama, dan Ormas, Agus Imantoro, pihak pemerintah provinsi menilai langkah PEPABRI Jatim sangat fenomenal dan strategis di tengah dinamika global yang serba cepat.

“Menghidupkan kembali wawasan kebangsaan dan penguatan karakter bagi generasi muda adalah benteng utama kita. Jika tidak diimbangi dengan hal ini, posisi generasi muda menghadapi tantangan 2045 akan sangat riskan,” kata Agus.

Acara sarasehan kebangsaan yang berlangsung interaktif dan penuh semangat ini kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil DPD PEPABRI Jawa Timur, Brigjen (Purn) Marinir Zaenal Rokhman.

(Jojo)

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles