BANDUNG – Harapan tinggi menyertai debut Sergio Castel bersama Persib Bandung di ajang bergengsi AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26.
Namun, kenyataan pahit harus diterima saat Maung Bandung takluk 0-3 dari tuan rumah Ratchaburi FC di Thailand, Rabu (11/2/2026).
Hasil minor di leg pertama babak 16 besar ini menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Persib kini dituntut melakukan comeback spektakuler pada pertemuan kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026).
Persiapan Matang dan Dukungan I.League
Langkah Persib mengejar defisit tiga gol mendapat dukungan penuh dari operator kompetisi domestik. I.League secara resmi memberikan keleluasaan bagi Pangeran Biru untuk fokus total pada laga krusial ini.
Jadwal pekan ke-21 melawan Borneo FC Samarinda yang semula dijadwalkan pada 16 Februari telah digeser.
Penyesuaian jadwal tersebut memberikan waktu istirahat dan persiapan taktik yang lebih ideal bagi Persib sebelum menjamu wakil Thailand tersebut.
Castel: Butuh Energi Bobotoh
Kendati merasa debutnya kurang mengesankan dari sisi hasil, Sergio Castel tetap optimistis.
Penyerang anyar ini meyakini kualitas timnya bisa berbicara banyak di kandang sendiri. Kuncinya adalah kehadiran Bobotoh sebagai pemain ke-12.
“Kami tidak bermain dalam performa terbaik saat itu, tapi kami masih punya kesempatan di leg kedua. Saya menonton atmosfer fantastis saat melawan Malut United di kandang, dan kami butuh energi seperti itu lagi,” kata Castel dikutip dari laman ileague.id, Jumat (13/2/2026).
Misi Menang 4-0
Syarat untuk melaju ke babak 8 besar ACL 2 cukup berat: Persib wajib menang dengan selisih minimal empat gol (4-0) tanpa balas.
Castel yakin, dengan dorongan semangat dari tribun GBLA, misi mustahil ini bisa diwujudkan.
“Saya masih percaya pada tim ini. Kami harus mendorong diri lebih keras dan dengan dukungan penuh suporter, saya yakin kami bisa mengalahkan mereka,” tutupnya.



