ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA – Penantian Dimas Adi Prasetyo untuk tampil bersama tim senior Persebaya Surabaya akhirnya berakhir. Gelandang 17 tahun itu mencatatkan debut resminya saat Bajol Ijo mengalahkan Port FC dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026).
Persebaya memastikan tiket ke babak semifinal berkat gol yang dicetak Alex Martins dan Miguel Pereira. Namun, di balik kemenangan tersebut, ada cerita lain yang tak kalah menarik, yakni langkah pertama Dimas mengenakan jersey Green Force dalam pertandingan resmi.
Pelatih Bernardo Tavares memberikan kesempatan kepada Dimas pada menit ke-68 untuk menggantikan Miguel Pereira. Meski hanya bermain selama sekitar 22 menit, pemain muda itu mampu menjalankan tugasnya sebagai gelandang bertahan dengan disiplin, membantu menjaga keseimbangan permainan hingga mengawal transisi tim.
Usai pertandingan, Dimas mengaku bersyukur akhirnya memperoleh kesempatan yang selama ini dia nantikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjalani debut bersama Persebaya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan para pemain senior yang sudah banyak membantu saya sejak bergabung. Dukungan mereka membuat saya lebih percaya diri sehingga bisa menjalani pertandingan dengan baik,” ungkap Dimas seperti dikutip laman resmi Persebaya.
Bermain di Hadapan Bonek Jadi Pengalaman Berkesan
Bagi Dimas, pertandingan tersebut bukan hanya menjadi debut profesional bersama Persebaya. Dia juga merasakan secara langsung atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dipenuhi ribuan Bonek dan Bonita.
Menurutnya, dukungan suporter menjadi tambahan motivasi bagi seluruh pemain selama pertandingan berlangsung.
“Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar luar biasa. Dukungan Bonek dan Bonita memberikan energi tambahan untuk seluruh pemain. Bermain di depan mereka membuat semangat kami meningkat dan menjadi motivasi besar untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan,” tuturnya.
Sebelum masuk ke lapangan, Dimas menerima instruksi khusus dari Bernardo Tavares agar tetap fokus menjalankan peran di sektor tengah.
“Coach berpesan agar saya tetap fokus menjalankan tugas, membantu pertahanan, dan siap melakukan transisi saat tim melakukan serangan balik. Saya berusaha menjalankan instruksi itu sebaik mungkin,” kata dia.
Siap Membuktikan Diri
Debut tersebut menjadi awal perjalanan Dimas bersama Persebaya. Dia memahami persaingan di dalam skuat sangat ketat, tetapi justru melihatnya sebagai tantangan untuk terus berkembang.
“Target saya tentu ingin mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Saya akan terus bekerja keras di setiap latihan agar bisa mendapatkan kepercayaan lebih banyak dan memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” ucapnya.
Dimas datang ke Persebaya setelah menimba ilmu di Elite Pro Academy PSM Makassar dan berkembang bersama tim U-20 Juku Eja. Berposisi sebagai gelandang bertahan, dia dikenal memiliki kemampuan membaca permainan, disiplin menjaga area, serta berani memenangkan duel-duel penting di lini tengah.
Namanya juga mulai mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia U-19. Pada ajang ASEAN U-19 Championship, Dimas tampil dalam lima pertandingan dan mencetak dua gol, membuktikan dirinya mampu memberi kontribusi tidak hanya dalam bertahan, tetapi juga ketika membantu serangan.
Debut di Piala Presiden 2026 menjadi langkah awal yang penting bagi pemain asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tersebut. Dengan usia yang masih sangat muda, Dimas memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pilar masa depan Persebaya apabila mampu menjaga konsistensi penampilannya.



