ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA — Kemenangan Persebaya Surabaya atas Port FC di laga penutup Grup B Piala Presiden 2026 harus dibayar mahal.
Penyerang andalan Green Force, Alex Martins dipastikan absen saat menghadapi Arema FC pada laga semifinal, Selasa (4/8/2026), akibat cedera dislokasi bahu yang dialaminya.
Cedera tersebut didapat Alex pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+1, dalam duel sengit di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (1/8/2026).
Saat itu, Alex salah mendarat dengan posisi bahu menahan beban tubuhnya usai berduel dengan pemain lawan. Dia langsung mengerang kesakitan di tengah lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar oleh pelatih Bernardo Tavares dan digantikan Randy May.
Penanganan Medis dan Prosedur di Rumah Sakit
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menjelaskan bahwa tindakan awal sebenarnya sempat dilakukan oleh tim medis di lokasi pertandingan. Namun, proses reposisi sendi bahu penyerang asal Brasil tersebut tidak berjalan maksimal karena faktor fisik sang pemain.
“Pada pertandingan terakhir melawan Port FC, Alex Martins mengalami dislokasi bahu. Saat insiden terjadi, tim medis sebenarnya sudah berupaya melakukan reposisi di lapangan. Namun, karena massa dan kekuatan otot Alex cukup besar, reposisi tidak dapat dilakukan secara optimal di lokasi pertandingan,” terang dokter yang akrab disapa dr. Tommy tersebut, mengutip laman persebaya.id, Senin (3/8/2026).
Melihat kondisi tersebut, tim medis Persebaya bergerak cepat berkoordinasi dengan panitia pelaksana Piala Presiden untuk merujuk Alex ke Mayapada Hospital agar mendapatkan penanganan lanjutan.
“Setelah berkoordinasi dengan panitia Piala Presiden, kami kemudian merujuk Alex ke Mayapada Hospital. Di sana dilakukan tindakan reposisi bahu dengan pembiusan, dan prosedur tersebut berjalan dengan baik,” ujar dokter lulusan Program Spesialis Kedokteran Olahraga Universitas Indonesia itu.
Tahap Rehabilitasi dan Pemindaian MRI
Saat ini, kondisi fisik Alex menunjukkan perkembangan yang positif. Posisi bahunya telah kembali normal. Tim medis juga sudah melakukan pemindaian lanjutan melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI) guna memastikan kondisi jaringan di sekitar sendi bahu sang pemain.
“Saat ini kondisi Alex sudah jauh lebih baik. Posisi bahunya telah kembali normal, dan kami juga telah melakukan pemeriksaan MRI untuk evaluasi lebih lanjut,” ungkap dr. Tommy.
Meski proses pemulihannya berjalan baik, tim medis enggan terburu-buru. Pemulihan sang penyerang kini ditangani secara menyeluruh oleh tim multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta spesialis kedokteran olahraga.
Keputusan tersebut membuat Alex dipastikan absen membela Persebaya pada laga krusial babak semifinal Piala Presiden 2026 kontra Arema FC.
“Untuk kelanjutan Piala Presiden, Alex dipastikan belum dapat bermain. Saat ini fokus kami adalah menjalankan penanganan medis dan program rehabilitasi secara bertahap,” tegas dr. Tommy.
Bernardo Tavares Percaya Skuat Kolektif
Kehilangan Alex tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya. Pasalnya, striker haus gol tersebut tampil impresif saat menumbangkan Port FC. Masuk di awal babak kedua bersama Walber Mota, Ramadhan Sananta, dan Francisco Rivera, Alex langsung mengubah dinamika permainan tim.
Hanya dua menit setelah turun minum, tepatnya pada menit ke-47, Alex sukses menyambut umpan matang Francisco Rivera lewat sepakan terarah yang membawa Persebaya berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan Green Force menyapu bersih tiga laga Grup B dengan torehan sempurna sembilan poin.
Kendati demikian, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan bahwa timnya tidak boleh bergantung pada satu figur semata. Juru taktik asal Portugal itu percaya dengan kedalaman skuat yang dimilikinya.
“Alex memang pemain penting bagi kami, tetapi kami tidak bisa bergantung pada satu pemain saja. Kami memiliki skuat yang lebih dari sebelas pemain. Ketika ada pemain yang cedera atau belum berada dalam performa terbaik, pemain lain harus siap mengambil kesempatan. Sejak awal kami membangun tim ini sebagai sebuah kolektif, bukan bergantung pada individu,” pungkas Tavares.



