27.2 C
Surabaya
2 September 2026
spot_img

Pembiayaan Tembus Rp326 Miliar, Bank Jakarta Dorong Pedagang Pasar Kembangkan Usaha

ALIANSIBERITA.ID, JAKARTA — Bank Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menyokong permodalan para pedagang pasar rakyat. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit perbankan daerah ini telah menembus angka sekitar Rp326 miliar yang menjangkau 2.388 debitur di berbagai titik wilayah Jakarta.

Langkah perluasan jangkauan permodalan ini berjalan mulus berkat kehadiran 243 Sentra Mikro Bank Jakarta yang tersebar merata. Kehadiran unit-unit ini disiapkan untuk mendekatkan pelayanan finansial langsung ke pusat-pusat kegiatan ekonomi warga.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo menerangkan, keberadaan Sentra Mikro memegang peranan vital dalam memahami dinamika serta kebutuhan riil para pelaku usaha di lapangan.

“Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, transformasi Bank Jakarta tidak boleh hanya membuat kami semakin besar, semakin modern, dan semakin digital. Transformasi harus membuat Bank Jakarta semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta,” kata Agus saat menghadiri agenda Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, seperti dinukil dari keterangan pers Bank Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Perluas Jangkauan Lewat Sentra Mikro

Khusus di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, realisasi pembiayaan Bank Jakarta sudah mengucur dengan plafon mencapai Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Potensi perluasan penyaluran di pasar grosir ini dinilai masih sangat terbuka lebar. Pasalnya, ada lebih dari 5.000 tempat usaha aktif yang menggantungkan perputarannya di sana.

Guna mengakomodasi beragam kebutuhan modal, Bank Jakarta menawarkan opsi pembiayaan fleksibel. Mulai dari skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga produk pembiayaan non-KUR dengan nilai plafon mencapai Rp500 juta.

Fokus Akses Digital dan Pengelolaan Keuangan

Hadirnya fasilitas pinjaman resmi ini diharapkan dapat menjadi opsi pembiayaan formal yang sehat serta aman. Langkah ini sekaligus ditujukan buat menekan ketergantungan para pedagang pasar pada skema pembiayaan informal berbiaya tinggi yang kerap merugikan.

Agus menambahkan, Bank Jakarta tak cuma mengejar target angka penyaluran pinjaman. Ke depan, pihak perbankan juga fokus mendorong para pedagang agar mulai terhubung dengan ekosistem digital dan memiliki kemampuan tata kelola keuangan yang lebih kukuh.

“Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka,” tutur dia.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles