30.5 C
Surabaya
14 April 2026
spot_img

Sinergi Lintas Lembaga, DKD Dumai Perkuat Tim Juri Festival Lampu Colok 2026

DUMAI, ALIANSIBERITA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai membangun sinergi bersama Dewan Kesenian Daerah Kota Dumai (DKD) dalam rangka menyukseskan perhelatan Festival Lampu Colok Tahun 1447 H/2026 M.

Langkah ini ditandai dengan penunjukan DKD sebagai salah satu unsur utama dalam tim juri penilai festival.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan bobot penilaian, mengingat Festival Lampu Colok bukan sekadar perlombaan, melainkan ajang pelestarian budaya Melayu yang sarat akan nilai historis dan sosiologis.

Kolaborasi Strategis Demi Kualitas Tradisi

Keputusan Disdikbud Dumai melibatkan berbagai elemen lembaga, termasuk DKD, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), dan perwakilan Kampung Colok, menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk menjaga marwah tradisi Malam Tujuh Likur.

Ketua DKD, Agoes S Alam menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal amanah tersebut dengan memberikan penilaian yang objektif dan berbasis pada nilai estetika tinggi.

“Ini adalah bentuk aliansi yang positif antara pemerintah dan lembaga kesenian. Kami di DKD akan memfokuskan penilaian pada sejauh mana masyarakat mampu menuangkan kreativitas seni mereka tanpa menghilangkan identitas asli dari Lampu Colok itu sendiri,” ujar Agoes di Dumai, Rabu (4/3/2026).

Menjaga Eksistensi Budaya Melayu

Festival Lampu Colok merupakan identitas visual Kota Dumai setiap akhir Ramadan. Instalasi cahaya dari ribuan pelita minyak yang membentuk berbagai miniatur bangunan islami dan corak Melayu ini merupakan hasil kerja keras kolektif warga.

Dengan hadirnya juri dari berbagai unsur, penilaian festival tahun ini akan mencakup aspek yang lebih komprehensif:

  • Aspek Adat: Menilai kesesuaian dengan akar budaya setempat.
  • Aspek Kesenian: Menilai komposisi, detail artistik, dan kreativitas visual.
  • Aspek Teknis: Menilai kekuatan konstruksi dan kerapian instalasi.

Penunjukan DKD sebagai bagian dari dewan juri dipandang sebagai pengakuan terhadap peran seniman lokal dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang kebudayaan.

Festival Lampu Colok 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi generasi muda untuk terus mencintai dan merawat tradisi leluhur.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles