ALIANSIBERITA.ID – Festival musik metal paling ikonik di dunia, Ozzfest dipastikan akan kembali menyapa penggemar setianya pada tahun 2027.
Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Sharon Osbourne dalam ajang industri musik bergengsi, MIDEM 2026 yang digelar di Palais des Festivals, Cannes, Prancis, belum lama ini.
Langkah ini menjadi penanda kembalinya Ozzfest setelah absen selama hampir satu dekade sejak edisi terakhirnya pada 2018 di Los Angeles.
Namun, edisi 2027 diprediksi akan tampil beda dengan visi yang lebih luas dan adaptif terhadap industri musik modern.
Transformasi Brand Tanpa Sosok Ozzy
Salah satu poin krusial yang diungkapkan Sharon adalah mengenai keberlangsungan festival ini tanpa kehadiran fisik sang suami, Ozzy Osbourne di atas panggung.
Sebagaimana diketahui, kondisi kesehatan Ozzy menjadi faktor utama vakumnya Ozzfest selama bertahun-tahun.
“Ozzy sempat ragu apakah Ozzfest bisa berjalan tanpanya. Namun saya tegaskan bahwa ini adalah sebuah brand. Ozzfest akan tetap sukses meski tanpa dirinya, dan akhirnya dia (Ozzy) setuju agar kami melanjutkannya,” ujar Sharon seperti dikutip dari Metal Injection pada Rabu (4/3/2026).
Kritik Terhadap “Keserakahan” Manajemen Band
Dalam kesempatan tersebut, Sharon juga memberikan pernyataan pedas terkait alasan penghentian Ozzfest di masa lalu.
Dia menyoroti sisi finansial dan tuntutan bayaran (performance fee) dari pihak manajemen serta agen band yang dianggap tidak masuk akal.
Sharon menyebut bahwa tuntutan biaya yang terus melambung membuat festival tidak lagi efisien secara biaya (cost-effective).
“Banyak manajer yang mengira kami meraup keuntungan miliaran dolar, padahal kenyataannya tidak demikian. Kami berhenti karena beban biaya yang diminta agen dan manajer terus meningkat hingga tidak sehat bagi bisnis festival ini,” ungkapnya blak-blakan.
Visi 2027: Format Lintas Genre
Menatap tahun 2027, Ozzfest tidak hanya akan menjadi panggung bagi musik heavy metal konvensional. Sharon yang kini tengah berdiskusi dengan raksasa promotor Live Nation, berencana untuk mengombinasikan berbagai genre musik.
Inovasi ini bertujuan untuk menyegarkan format festival agar tetap relevan bagi lintas generasi, namun tetap mempertahankan akar dan spirit asli Ozzfest yang telah eksis selama 30 tahun.
Bagi industri musik global, kembalinya Ozzfest adalah sinyal kuat bahwa pasar musik keras tetap memiliki daya tawar tinggi di tengah gempuran tren musik digital saat ini.



