30.5 C
Surabaya
14 April 2026
spot_img

Ada yang Beda dengan Santunan Yatim Budi Leksono Tahun Ini, Jumlah Penerima Justru Menyusut!

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Momentum Ramadhan 1447 H menjadi ruang refleksi bagi anggota DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, SH. Dalam agenda santunan yatim dan buka puasa bersama yang digelar Selasa (17/3/2026), pria yang akrab disapa Cak Buleks ini mengungkap sebuah fakta menarik terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Berbeda dengan pandangan umum yang menginginkan keramaian massa, Budi justru bersyukur melihat tren penurunan jumlah penerima santunan. Menurutnya, berkurangnya angka anak yatim yang terdata sebagai penerima manfaat merupakan indikator positif bagi keberhasilan program pemberdayaan di Surabaya.

“Jika jumlahnya berkurang, itu artinya doa kita dikabulkan. Ini tanda kesejahteraan masyarakat meningkat. Kita ingin tahun depan lebih sedikit lagi, bukan karena kita tidak mau berbagi, tapi karena ekonomi keluarga mereka sudah terangkat,” ujar Budi di sela acara yang berlangsung khidmat tersebut.

Data Akurat dan Intervensi Pendidikan

Berdasarkan data yang dihimpun timnya, jumlah penerima santunan yang sebelumnya sempat menyentuh angka 600 orang, kini berada di kisaran 150 anak yatim dan sekitar 300 warga umum. Penurunan signifikan ini dipandang sebagai hasil dari pemantauan wilayah yang ketat dan berbagai intervensi kebijakan, termasuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Budi menegaskan bahwa kegiatan rutin tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang evaluasi sosial. Dia mencontohkan beberapa mantan penerima manfaat kini telah berhasil mandiri, bahkan ada yang sudah mampu membuka usaha sendiri.

“Kami memegang data akurat. Fokus kita adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak yatim ini harus sukses agar kelak mereka yang mengangkat derajat keluarga dan gantian membantu sesama,” ungkapnya.

Waspada Kamtibmas dan Stabilitas Pangan Jelang Lebaran

Selain menyoroti sisi sosial, Politisi PDI Perjuangan ini juga memberikan imbauan terkait keamanan lingkungan menjelang mudik Lebaran. Dia mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Pola kerumunan masyarakat bergeser. Sepuluh hari terakhir Ramadhan, pusat perbelanjaan padat dan warga mulai mudik. Ini titik rawan yang harus kita antisipasi bersama dengan menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” pesan Budi.

Terkait kebutuhan pokok, Budi memastikan stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman. Dari hasil pantauan langsung ke pasar-pasar tradisional, harga sembako dinilai masih stabil.

“Selisih harga tipis karena faktor distribusi itu wajar. Yang paling krusial adalah stok tersedia sehingga masyarakat tidak kesulitan merayakan Hari Raya,” tegasnya menutup kegiatan yang diakhiri dengan buka puasa bersama tersebut.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles