30 C
Surabaya
3 August 2026
spot_img

Sidak Pasar Surabaya: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan 1447 H, Stok Pangan Dipastikan Aman

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengencangkan pengawasan distribusi dan harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil guna menjamin warga Kota Pahlawan mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi beberapa komoditas.

Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya melakukan penyisiran ke berbagai titik vital, mulai dari pasar tradisional seperti Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang, hingga pangkalan LPG serta toko swalayan pada Rabu (11/2/2026).

Soroti Lonjakan Harga Cabai Akibat Cuaca

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA Surabaya, Agung Supriyo Wibowo mengungkapkan bahwa secara umum stok pangan di Surabaya berada di level aman. Namun, pihaknya mencatat adanya penyesuaian harga yang cukup signifikan pada komoditas cabai.

“Harga cabai memang mengalami kenaikan cukup tajam dari kisaran Rp40.000 menjadi Rp80.000–Rp85.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. Ini murni faktor cuaca di daerah penghasil yang merusak tanaman,” ujar Agung dikutip dari surabaya.go.id, Jumat (13/2/2026).

Meski demikian, masyarakat diminta tidak risau. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, panen raya nasional diprediksi akan terjadi pada Maret mendatang. Hal ini diharapkan menjadi katalisator turunnya harga cabai di pasaran Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Update Stok Beras, Telur, dan LPG 3 Kg

Selain cabai, beberapa komoditas lain juga dipantau ketat:

  • Beras Premium: Mengalami kenaikan tipis sekitar Rp1.000/kg akibat dinamika bahan baku di tingkat distributor.
  • Telur & Ayam Ras: Terjadi kenaikan wajar di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
  • LPG 3 Kilogram: Terdeteksi adanya perlambatan distribusi dari harian menjadi 2-3 hari sekali, namun Pemkot memastikan harga di tingkat pangkalan tetap stabil sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).

Gerakan Pangan Murah (GPM) Jadi Senjata Pamungkas

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Surabaya tidak hanya sekadar memantau. Agung menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skema Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah secara masif.

“Kami siapkan pasar murah hampir setiap hari di tingkat kelurahan. Untuk GPM sendiri frekuensinya akan kita tingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam sebulan. Ini adalah langkah konkret agar tidak ada gejolak harga yang mencekik warga,” tuturnya.

Indeks Ketahanan Pangan Surabaya Stabil

Berdasarkan data terbaru, Indeks Ketersediaan Pangan Kota Surabaya saat ini berada di angka 6,8. Angka ini menunjukkan kategori relatif aman dan stabil untuk mencukupi kebutuhan warga selama bulan Ramadan hingga lebaran nanti.

Pemkot Surabaya juga menggandeng Satgas Pangan Polrestabes Surabaya untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan oleh oknum spekulan. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi pelanggaran distribusi yang bersifat pidana.

“Masyarakat jangan panic buying. Belilah sesuai kebutuhan. Kami pastikan stok di Surabaya mencukupi,” pungkas Agung.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles