26 C
Surabaya
22 July 2026
spot_img

Arrigo Sacchi: Inter Milan Terdepak dari Liga Champions Jadi Bukti Kemunduran Sepakbola Italia

MILAN, ALIANSIBERITA.ID – Tersingkirnya Inter Milan dari babak play-off fase gugur Liga Champions menyisakan tanda tanya besar.

Kekalahan agregat dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt memicu kritik tajam dari pelatih legendaris Arrigo Sacchi yang menyebut hasil ini sebagai potret nyata kemunduran sepak bola Italia.

Inter Milan yang saat ini mendominasi Serie A dengan keunggulan 10 poin, justru tak berdaya menghadapi tim dengan modal finansial yang jauh lebih kecil.

Logika yang Runtuh di San Siro

Inter Milan dipaksa menelan pil pahit setelah kalah 1-2 di San Siro (Agregat 2-5), Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Padahal, secara teknis dan materi pemain, Nerazzurri diprediksi bakal melenggang mudah.

Arrigo Sacchi, dalam kolomnya di Gazzetta dello Sport, mengungkapkan kekecewaannya. Dia mengaku, awalnya memiliki kepercayaan penuh pada skuat asuhan Cristian Chivu karena tiga alasan, antara lain keunggulan teknis, tren positif tim, dan tuah San Siro.

“Namun, semua argumen logis itu hangus terbakar. Bodo/Glimt menyingkirkan Inter, dan vonis ini sungguh sensasional jika melihat kualitas, daya beli, dan pendapatan kedua klub,” tulis Sacchi.

Kritik Terhadap Standar Serie A

Bagi Sacchi, kegagalan ini adalah alarm bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Italia. Ia menilai ada yang salah dengan level kompetisi domestik jika pemimpin klasemennya justru tak bertaji di kancah Eropa.

“Fakta bahwa tim asal Norwegia mampu mendepak tim terkuat di Italia menunjukkan bahwa level sepak bola modern mungkin sedang merata ke bawah. Beberapa pertanyaan krusial perlu diajukan kepada sistem sepak bola kita,” tegasnya.

Sacchi juga menyayangkan inkonsistensi Inter. Setelah meraih empat kemenangan beruntun di awal fase grup, mereka justru kehilangan kendali dan tergelincir di saat paling krusial.

Harapan yang Menipis

Kini, beban untuk menyelamatkan wajah Italia di Liga Champions berpindah ke pundak Juventus dan Atalanta. Namun, keduanya pun tengah berada dalam posisi sulit.

Juventus harus membalikkan keadaan setelah dihajar Galatasaray 2-5, sementara Atalanta harus mengejar defisit dua gol dari Borussia Dortmund.

Apabila gagal, Italia dipastikan tanpa wakil di babak selanjutnya—sebuah catatan kelam bagi negara yang pernah merajai Eropa.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles