32.8 C
Surabaya
15 April 2026
spot_img

Gagal Redam Agresivitas Bodo Glimt, Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions

MILAN, ALIANSIBERITA.ID – Raksasa Italia, Inter Milan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari persaingan Liga Champions musim ini.

Skuat asuhan Cristian Chivu dipastikan angkat koper setelah menelan kekalahan 1-2 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dalam laga leg kedua yang berlangsung di San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.

Hasil ini membuat Nerazzurri kalah agregat telak 2-5, menyusul kekalahan 1-3 pada pertemuan pertama di kandang lawan. Kegagalan ini menjadi catatan kelam bagi Inter yang biasanya tampil dominan di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Dominasi Tanpa Gol dan Faktor Kelelahan

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Inter sebenarnya menguasai jalannya pertandingan. Namun, absennya pilar utama seperti Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu membuat daya gedor lini serang menjadi tumpul.

Petaka dimulai saat blunder Manuel Akanji berhasil dimanfaatkan Jens-Petter Hauge untuk mencetak gol pembuka.

Bodo/Glimt kemudian menggandakan keunggulan melalui Hakon Evjen. Inter hanya mampu membalas satu gol lewat sundulan Alessandro Bastoni menjelang akhir laga, yang sayangnya tidak cukup untuk mengubah keadaan.

Pengakuan Cristian Chivu Terkait Kondisi Fisik

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu mengakui bahwa timnya kalah secara intensitas dan energi dibandingkan lawan. Dia menyebut jadwal padat menjadi kendala utama bagi anak asuhnya.

“Kami sudah mencoba segalanya sejak awal. Namun, Bodo/Glimt memiliki energi yang jauh lebih besar di babak kedua. Mereka sangat terorganisir dan liga domestik mereka sedang libur, sehingga mereka bisa fokus penuh di sini,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

Chivu juga menegaskan bahwa di level Liga Champions, kesalahan sekecil apa pun akan berakibat fatal. “Jika Anda tidak mampu mengonversi peluang dan membuat keputusan tepat, Anda akan dihukum,” tambahnya.

Fokus Tersisa di Kompetisi Domestik

Dengan tersingkirnya Inter dari Eropa, kini fokus sepenuhnya beralih ke Serie A dan Coppa Italia. Saat ini, Inter masih memimpin klasemen Liga Italia dengan selisih 10 poin.

Manajemen energi pemain kini menjadi tantangan besar bagi Chivu agar kegagalan di Eropa tidak merembet ke perburuan gelar juara domestik yang sudah di depan mata.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles