SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H/2026 M, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penyesuaian jam operasional layanan kesehatan di tingkat Puskesmas.
Meski ada perubahan jam kerja, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjamin akses pengobatan bagi warga Kota Pahlawan tetap berjalan optimal dan prima.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa penyesuaian ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.17.1/2550/436.7.2/2026. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan pelayanan publik dengan kekhusyukan ibadah di bulan puasa.
Detail Jam Operasional Puskesmas Ramadhan 2026
Bagi warga yang ingin mengakses layanan kesehatan umum, berikut adalah jadwal operasional terbaru Puskesmas di Surabaya selama Ramadhan:
- Senin – Kamis: 08.00 – 14.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 11.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB
- Layanan Sore (Senin – Jumat): 14.00 – 16.30 WIB
“Seluruh Puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan jam operasional yang telah disesuaikan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa berobat dengan nyaman selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Nanik dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya, Kamis (26/2/2026).
Layanan Gawat Darurat Tetap 24 Jam
Satu hal yang menjadi prioritas Pemkot Surabaya adalah layanan kegawatdaruratan. Nanik menegaskan bahwa untuk Puskesmas Rawat Inap, pelayanan gawat darurat tetap siaga penuh selama 24 jam nonsop.
Sementara itu, untuk Puskesmas Non-Rawat Inap, meski mengikuti jam operasional Ramadan, petugas tetap dalam posisi on-call jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di wilayahnya.
Fasilitas Kesehatan yang Tetap Tersedia
Tidak ada pengurangan jenis layanan selama Ramadan. Warga Surabaya tetap bisa mendapatkan akses medis berikut:
- Pemeriksaan Umum dan Gigi.
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Imunisasi.
- Layanan Gizi dan Psikologi.
- Pengobatan Tradisional (Batra).
- Laboratorium Medis.
- Konsultasi Kesehatan khusus puasa melalui tenaga Promosi Kesehatan (Promkes).
Tips Sehat Selama Puasa dari Dinkes Surabaya
Tak hanya mengatur jadwal, Dinkes Surabaya juga menitipkan pesan edukasi kesehatan bagi warga yang berpuasa. Nanik mengimbau agar masyarakat tidak abai terhadap pola hidup sehat meski sedang menahan lapar dan dahaga.
“Kami mengajak warga untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan. Selain itu, pastikan asupan makanan bergizi seimbang dan kecukupi kebutuhan cairan tubuh saat sahur maupun berbuka agar kondisi fisik tetap bugar,” kata dia.
Dengan penyesuaian jadwal yang terstruktur ini, diharapkan warga Surabaya tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika merasa kurang sehat, tanpa mengganggu jadwal ibadah Ramadhan mereka.



