27.2 C
Surabaya
6 June 2026
spot_img

Solusi Permanen Banjir Tanjungsari, Pemkot Surabaya Siapkan Box Culvert Raksasa Sebelum Betonisasi Jalan

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Kawasan industri Tanjungsari, Sukomanunggal, menjadi fokus utama pembenahan infrastruktur Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun ini. Bukan sekadar pengaspalan biasa, Pemkot Surabaya memilih langkah strategis dengan menuntaskan akar masalah genangan air sebelum melakukan peningkatan struktur jalan menggunakan rigid beton.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa penanganan banjir di titik tersebut harus tuntas terlebih dahulu agar investasi pembangunan jalan tidak sia-sia. Menurutnya, kerusakan jalan di Tanjungsari selama ini sangat dipengaruhi oleh drainase yang tidak optimal.

“Kawasan Tanjungsari memang mendapat perhatian khusus. Tahun ini fokus kita adalah menyelesaikan genangannya dulu. Jika langsung diaspal namun air masih menggenang, jalan akan terus-menerus rusak,” ujar Syamsul, Kamis (26/2/2026).

Dukungan Logistik dan Kawasan Industri

Rencana betonisasi (rigid beton) di Jalan Tanjungsari bukan tanpa alasan. Sebagai urat nadi ekonomi yang menghubungkan kawasan industri dan pergudangan, jalur ini setiap harinya dilintasi oleh kendaraan bertonase besar. Konstruksi beton dinilai jauh lebih mumpuni dibandingkan aspal dalam menahan beban berat (axle load) kendaraan logistik.

Namun, sebelum alat berat masuk untuk membentangkan beton, Pemkot Surabaya terlebih dahulu akan memasang infrastruktur drainase modern.

“Di Tanjungsari akan dibangun box culvert ukuran besar. Selain itu, kami juga menyiapkan rumah pompa khusus untuk mempercepat aliran air dari kawasan tersebut menuju pembuangan akhir,” jelas mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) ini.

Target Realisasi

Langkah taktis ini diambil agar efisiensi anggaran terjaga dan ketahanan infrastruktur bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh para pelaku usaha maupun warga sekitar. Pembangunan drainase dan rumah pompa ditargetkan berjalan intensif sepanjang tahun 2026.

Syamsul memastikan, segera setelah sistem pengendalian banjir berfungsi optimal, proyek betonisasi akan langsung dieksekusi. “Begitu persoalan banjir selesai, insyaallah proyek rigid beton segera kita realisasikan untuk kenyamanan pengguna jalan,” pungkasnya.

Dengan perbaikan ini, diharapkan distribusi logistik dari dan menuju kawasan industri Sukomanunggal semakin lancar, sekaligus menekan biaya pemeliharaan kendaraan bagi para pelaku bisnis di Surabaya Barat.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles