28.6 C
Surabaya
21 July 2026
spot_img

Tembus Pasar India, ID Food Dorong Komoditas Bunga Pala Lokal Go Global

JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Sinergi antara BUMN Pangan dan mitra lokal kembali membuahkan hasil nyata dalam memperluas jangkauan produk asli Indonesia di pasar internasional.

Holding BUMN Pangan ID Food resmi melepas ekspor perdana bunga pala (mace) ke India, sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi kedaulatan rempah Nusantara di mata dunia.

Pelepasan ekspor ini merupakan wujud nyata komitmen ID Food dalam menjalankan peran sebagai agregator sekaligus penjamin pasar (offtaker) bagi hasil bumi petani Indonesia.

SEVP Bisnis dan PSO ID Food, Yosdian Adi Pramono menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi besar perusahaan untuk meningkatkan kontribusi sektor pangan terhadap devisa negara.

“Ekspor perdana bunga pala yang dikirim melalui Tanjung Perak ini merupakan hasil kolaborasi solid dengan mitra lokal RHA Semesta Berjaya untuk memenuhi kebutuhan NS Impex di India,” jelas Yosdian dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Sinergi Kemitraan Jadi Kunci Akses Pasar

Yosdian menekankan bahwa kunci dari keberhasilan menembus pasar India adalah penguatan ekosistem kemitraan dari hulu ke hilir. Bunga pala yang diekspor tidak hanya menjadi bumbu dapur, tetapi juga komoditas bernilai tinggi untuk industri farmasi dan kosmetik di negara tujuan.

ID Food telah mengamankan kontrak sebanyak 40 kontainer, dengan target pengiriman konsisten sebanyak dua kontainer setiap bulan.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami tidak hanya mengekspor barang, tapi memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan terjaga. Selain bunga pala, kami juga bersiap membawa produk lain seperti pinang, kunyit, dan temulawak ke pasar India,” jelasnya.

Mendorong Kesejahteraan Petani Lewat Ekspor

Langkah ID Food ini sejalan dengan data BRIN yang menempatkan Indonesia sebagai penguasa 70–75 persen pangsa pasar pala dunia dengan nilai mencapai USD185,32 juta. Potensi besar ini diharapkan tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi petani di daerah.

Dengan kehadiran ID Food sebagai enabler, akses pasar bagi para petani rempah kini semakin terbuka lebar. Hal ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan memberikan harga yang lebih kompetitif di tingkat produsen.

“Kami ingin keberadaan ID Food dirasakan langsung oleh petani. Lewat ekspor ini, kita membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu memenuhi standar industri global,” pungkas Yosdian.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles