32.4 C
Surabaya
22 July 2026
spot_img

Enam Tahun Dinanti, Hatebreed Siapkan Album Fatal Paradox dan Lepas Single Kill Count Increase

CONNECTICUT, ALIANSIBERITA.ID – Grup musik hardcore dan cadas veteran asal Connecticut, Amerika Serikat, Hatebreed resmi mengakhiri masa jeda karya mereka.

Band yang pernah masuk nominasi Grammy ini mengumumkan album studio teranyar bertajuk Fatal Paradox, yang dijadwalkan rilis pada 6 November 2026 mendatang.

Album ini bakal dipasarkan di bawah naungan BLKIIBLK, sebuah imprint khusus musik berat dari Frontiers Label Group.

Single “Kill Count Increase” Jadi Peluru Pertama

Menandai pengumuman tersebut, skuat Hatebreed melempar lagu tunggal (single) perdana berjudul “Kill Count Increase“.

Penggarapannya kembali diserahkan kepada produser kawakan Chris “Zeuss” Harris, sosok yang sebelumnya mengawal album-album milik Rob Zombie, Accept, hingga Shadows Fall.

Lagu ini memadukan kecepatan tempo, dentuman riff tebal, serta karakter vokal tajam khas sang vokalis, Jamey Jasta.

“Lagu ‘Kill Count Increase’ adalah trek utama di album Fatal Paradox. Ini cara yang sangat pas buat menggambarkan album pertama kami setelah enam tahun. Karakternya lugas, cepat, keras, dan langsung menghajar. Dalam waktu dua setengah menit, lagu ini bakal merusak ruangan sebelum akhirnya semua orang minta lagi,” ungkap Jasta, seperti dinukil dari Blabber Mouth.

Reuni dengan Produser dan Materi yang Menjanjikan

Secara keseluruhan, album Fatal Paradox bakal menyajikan komposisi musik agresif khas Hatebreed, mulai dari rajutan thrash metal, breakdown, hingga d-beat.

Selain single perdana, album ini memuat sejumlah materi anyar seperti “Total Invincible”, “The Carrion Choir”, “Truth Is A Lion”, dan “Decisions Become Destinies”.

Jasta menekankan betapa pentingnya peran Zeuss dalam proses produksi kali ini. Bagi dia dan personel lainnya, Zeuss sudah seperti bagian dari keluarga sendiri.

“Hubungan Zeuss dengan Matt, Wayne, Frank, Carl, dan saya jauh melampaui urusan kursi produser. Saya sudah kenal dia sejak zaman Pushbutton Warfare dan Jasta 14. Dia sudah seperti anggota keenam Hatebreed selama bertahun-tahun,” tutur dia.

Bergabungnya Hatebreed juga disambut hangat oleh Mike Gitter, pimpinan label BLKIIBLK sekaligus Head of A&R Global Frontiers. Dia menegaskan bahwa Hatebreed bukan cuma nama besar di ranah musik ekstrem, tetapi juga kekuatan yang terus relevan.

Jadwal Tur Padat Sepanjang 2026

Penabuh drum Hatebreed, Matt Byrne, menyebut tahun ini sebagai momen kebangkitan penuh bagi grupnya. Selain menyiapkan album baru, Hatebreed menjalani jadwal panggung yang amat padat di Eropa dan Amerika Serikat.

“Tahun 2026 adalah tahunnya Hatebreed. Mesin ini bergerak makin cepat. Setelah agenda padat di 2025, musim panas ini kami menggelar tur utama dan festival di Eropa, dilanjutkan dua putaran tur Summer Slaughter di AS,” terang Byrne.

Pada putaran kedua The Summer Slaughter Tour 2026 yang dimulai 20 Agustus di Albuquerque, New Mexico, Hatebreed bakal tampil sebagai penampil utama (headliner). Tur ini juga dibantu oleh Terror, Incantation, Gates to Hell, Torture, dan Creeping Death.

Sebelumnya, putaran pertama tur tersebut telah bergulir mulai 2 Juli di Reading, Pennsylvania, dan berakhir pada 24 Juli di Buffalo, New York, dengan deretan pendukung seperti Devourment, Incantation (khusus lima tanggal terakhir), Snuffed on Sight, Balmora, serta Face Yourself.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles