Sempat Tertinggal Dua Gol, Keputusan Nekat Ruben Amorim Cadangkan Modric Berbuah Manis

ALIANSIBERITA.ID, ROMA – Langkah berani diambil pelatih Ruben Amorim saat AC Milan melawat ke markas Lazio dalam lanjutan Serie A, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB.

Tertinggal dua gol di babak pertama, Amorim secara mengejutkan memilih menarik keluar bintang veteran Luka Modric tepat saat jeda pertandingan.

Perjudian taktis tersebut terbukti ampuh. Masuknya tenaga-tenaga baru berhasil mengubah alur permainan hingga skuat Rossoneri sukses memaksakan hasil imbang 2-2.

Perjudian Tiga Pemain di Jeda Babak

Tuan rumah Lazio tampil menekan sejak awal dan berhasil unggul dua gol lebih dulu sebelum turun minum. Dua gol Lazio masing-masing dicetak oleh Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin.

Melihat timnya keteteran, Ruben Amorim langsung mengambil tindakan tegas di kamar ganti. Dia melakukan tiga pergantian pemain sekaligus sebelum babak kedua dimulai.

Diego Moreira, Christian Pulisic, dan Yunus Musah dimasukkan untuk menggantikan Pervis Estupinan, Ruben Loftus-Cheek, serta Luka Modric.

Masuknya ketiga pemain ini langsung menyuntikkan energi baru bagi penyerangan Milan. Hasilnya terlihat jelas pada menit ke-65 dan 67, saat Diego Moreira memborong dua gol cepat yang membuyarkan kemenangan Lazio di depan pendukungnya sendiri.

Modric Kesulitan Imbangi Kecepatan Lazio

Keputusan mengganti peraih Ballon d’Or sekelas Modric tentu mengundang pertanyaan. Namun, jika melihat jalannya 45 menit pertama, gelandang yang baru merayakan ulang tahun ke-41 itu memang berada dalam situasi sulit.

Lazio menerapkan strategi man-to-man high-pressing dengan intensitas tinggi yang membuat Modric tak punya banyak ruang gerak. Akurasi umpannya merosot tajam. Dia hanya mencatatkan 50 persen umpan lambung sukses dan 38 persen umpan progresif yang tepat sasaran. Bahkan, operannya ke area kotak penalti lawan hanya mencapai 40 persen keberhasilan.

Masalah makin rumit karena pergerakan posisi Modric yang sering turun terlalu jauh ke belakang hingga sejajar dengan bek tengah. Pola ini justru membuat ruang gerak skuat Milan makin sempit dan membatasi pilihan operan saat membangun serangan dari bawah.

Alasan Ruben Amorim Ubah Taktik

Usai laga, Ruben Amorim tak ragu membeberkan pertimbangan di balik keputusannya menyisihkan Modric di pertengahan laga. Menurutnya, karakter permainan Lazio menuntut kecepatan dan fisik yang lebih segar di lini tengah.

“Kami butuh penguasaan bola yang sangat baik agar bisa merasa nyaman di lapangan. Kalau permainan terus berjalan saling serang dengan tempo cepat, itu jelas bukan panggung yang cocok untuk Luka,” ujar Amorim seperti dikutip Football Italia.

Dia menjelaskan bahwa masuknya Yunus Musah yang berumur 23 tahun memberikan daya jelajah lebih luas untuk meredam tekanan Lazio.

“Kami mengubah pendekatan di babak kedua dengan memainkan Musah karena kami sadar butuh sedikit lebih banyak kecepatan di tengah. Selain itu, Luka sebelumnya terlalu dekat dengan lini belakang, jadi ada empat pemain di area pertahanan sendiri dan itu memangkas ruang antarlini,” tambahnya.

Meski begitu, Amorim menegaskan bahwa kualitas Modric tetap menjadi aset penting bagi Milan. Keputusan menggantinya murni karena kebutuhan taktis di laga tersebut.

“Kami bisa dan sudah membuktikan mampu bermain bagus bersama Luka di laga-laga sebelumnya. Tapi syaratnya, kami harus mengontrol alur pertandingan dan memegang penguasaan bola. Kalau laga berubah jadi adu lari dan fisik, dia akan kesulitan,” pangkas sang pelatih.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

Latest Articles