ALIANSIBERITA.ID, BOGOR — Langkah penguatan ekosistem kewirausahaan di lingkungan IPB University memasuki babak baru. Kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) IPB University periode anyar resmi dilantik di Bogor pada September 2026.
Momentum ini menandai kepemimpinan Zeva Christian sebagai Ketua Umum baru, yang mengantongi dukungan penuh dari pihak rektorat kampus.
Hadir langsung dalam agenda pelantikan tersebut, Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet menegaskan komitmen pihak kampus untuk terus mengawal wadah-wadah kreatif mahasiswa. Bagi Alim, keberadaan HIPMI PT IPB sangat vital dalam menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.
“IPB University tentunya mendukung berbagai kegiatan positif mahasiswa, termasuk HIPMI PT IPB dalam membangun dan mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat terus membangun kolaborasi, dan universitas tentu terbuka untuk mendukung berbagai inisiatif yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa IPB,” ujar Alim seperti dikutip dari siaran pers HIPMI PT IPB, Rabu (16/9/2026).
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof. Deni Noviana, jajaran civitas akademika, perwakilan organisasi pengusaha, alumni, hingga para pelaku dunia usaha. Kehadiran lintas sektor ini makin mempertegas posisi HIPMI PT IPB sebagai jembatan yang menghubungkan dunia kampus dan industri.
Prof. Deni Noviana menambahkan bahwa dinamika berorganisasi menjadi sarana tempaan karakter yang tidak didapatkan di ruang kuliah formal. Lewat organisasi, mahasiswa melatih kepekaan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga keberanian mengambil keputusan.
“Pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan mahasiswa. Di dalamnya, mahasiswa belajar berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja dalam tim, hingga menerjemahkan ilmu yang diperoleh di kampus menjadi sesuatu yang memberikan dampak,” paparnya.
Rangkul Semua Mahasiswa, dari Ide hingga Eksekusi
Di bawah nakhoda Zeva Christian, HIPMI PT IPB mengusung pendekatan yang lebih terbuka dan inklusif. Zeva menegaskan organisasinya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang sudah memiliki bisnis matang, melainkan juga merangkul siapa saja yang baru menyimpan ide atau sekadar tertarik mengenal dunia wirausaha.
“HIPMI jangan menjadi tempat yang hanya cocok untuk orang yang sudah punya bisnis. Kalau ada mahasiswa yang baru punya ide atau bahkan baru mulai tertarik dengan entrepreneurship, kami ingin mereka merasa HIPMI adalah tempat yang tepat untuk belajar dan mengambil langkah pertama,” kata Zeva.

Dia memandang tolok ukur suksesnya organisasi tidak boleh berhenti pada deretan acara seremonial atau banyaknya seminar yang digelar. Indikator utamanya terletak pada sejauh mana anggota merasakan dampak nyata dalam perjalanan usahanya.
“Kalau satu tahun nanti ada anggota yang awalnya belum punya bisnis kemudian berani mulai, ada yang bisnisnya berkembang, atau ada yang menemukan partner, mentor, maupun akses baru melalui HIPMI, bagi saya itu jauh lebih berarti dibanding sekadar menghitung jumlah acara yang sudah dibuat,” tuturnya.
Ciptakan Lapangan Kerja dan Sinergi Lintas Keahlian
Arah kepengurusan baru ini juga berorientasi pada penciptaan dampak sosial yang lebih luas. Zeva mendorong agar wirausahawan muda dari IPB tidak hanya mengejar omzet atau skala bisnis, melainkan juga berani membuka kesempatan kerja bagi sesama mahasiswa.
“Kami ingin teman-teman di HIPMI tidak hanya berpikir bagaimana membangun bisnis yang besar, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau dari lingkungan IPB lahir lebih banyak bisnis yang berkembang dan masing-masing mampu membuka kesempatan kerja, dampaknya tentu akan jauh lebih besar,” terang Zeva.
Dia menilai keanekaragaman latar belakang disiplin ilmu di IPB merupakan modal sosial yang sangat kaya. Tidak semua mahasiswa harus mengambil peran sebagai pendiri (founder), karena keberlanjutan bisnis membutuhkan kolaborasi dari berbagai keahlian—seperti pemasaran, keuangan, teknologi, hingga operasional.
“Tidak semua mahasiswa harus menjadi founder. Ada yang punya kemampuan di marketing, finance, teknologi, desain, operasional, dan bidang lainnya. Kalau ekosistemnya bisa kita bangun, bisnis-bisnis yang lahir dari IPB juga bisa membuka kesempatan magang, kerja, project, sampai kolaborasi bagi mahasiswa IPB sendiri,” tambahnya.
Guna mengeksekusi visi tersebut, kepengurusan HIPMI PT IPB mematangkan sejumlah program strategis, mulai dari inkubasi bisnis, peningkatan kapasitas anggota, diskusi interaktif dengan praktisi, kompetisi wirausaha, hingga perluasan jejaring alumni.
Zeva optimistis bahwa kolaborasi erat antara pihak universitas, jejaring alumni, dan pelaku usaha dapat dikonversi menjadi peluang konkret bagi mahasiswa, baik dalam bentuk pelatihan, mentorship, maupun akses lapangan kerja. Pelantikan ini pun menjadi titik mula untuk memantapkan iklim wirausaha yang kian kukuh di lingkungan IPB University.



