28.3 C
Surabaya
16 July 2026
spot_img

Bekalista dan Pasar Rakyat UMi 2026 Diluncurkan, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Rakyat dari Yogyakarta

YOGYAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui langkah nyata yang menyentuh pelaku usaha mikro dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat peluncuran Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) bersamaan dengan pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak harus mengorbankan identitas budaya. Menurutnya, kemajuan teknologi justru dapat dipadukan dengan kearifan lokal sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Becak bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas Yogyakarta yang harus tetap dijaga. Melalui Bekalista, kita menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan karakter budaya yang sudah melekat,” kata Purbaya dalam acara Penyerahan Secara Simbolik Ekosistem Bekalista Yogyakarta dan Pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026.

Dia menegaskan, program Bekalista bukan hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlangsungan mata pencaharian para pengayuh becak.

“Pemberian Bekalista bukan sekadar mengganti becak lama dengan teknologi baru. Yang dilakukan adalah menjaga ikon budaya Yogyakarta sekaligus memberikan energi baru agar tetap mampu memberikan penghidupan bagi masyarakat,” ujar Purbaya.

UMKM Jadi Fokus Penguatan Ekonomi

Selain memperkenalkan Bekalista, pemerintah juga membuka Pasar Rakyat UMi 2026 yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM binaan dari berbagai sektor. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus menghadirkan berbagai layanan publik bagi masyarakat.

Selama penyelenggaraan di kawasan Alun-Alun Selatan Yogyakarta, pengunjung dapat mengakses layanan perpajakan, Samsat, paket sembako murah, hingga mengikuti berbagai kegiatan edukasi dan hiburan.

Purbaya menyebut penguatan UMKM merupakan salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM, dengan lebih dari 97 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja.

Namun, sektor tersebut juga menjadi kelompok yang paling rentan ketika menghadapi perlambatan ekonomi maupun gejolak global.

Karena itu, pemerintah melalui APBN 2026 terus memperluas dukungan terhadap koperasi dan UMKM, termasuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, serta berbagai program perlindungan sosial.

Hingga Juni 2026, Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki akses ke pembiayaan perbankan. Pemerintah juga memberikan pendampingan melalui sertifikasi halal, pendaftaran merek, pelatihan, konsultasi usaha, hingga perluasan akses pemasaran.

Ekosistem Bekalista Disiapkan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan Bekalista kepada 80 pengayuh becak, dengan 15 orang hadir sebagai perwakilan penerima manfaat.

Untuk memastikan program berjalan berkesinambungan, pemerintah membangun ekosistem pendukung berupa 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Seluruh proses perakitan dan pengembangan sistem kelistrikan dikerjakan dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Purbaya menilai Yogyakarta memiliki modal besar untuk menjadi contoh pembangunan ekonomi yang mampu menggabungkan budaya, kreativitas, teknologi, dan semangat gotong royong dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas produk UMKM, memperluas kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

“Dari Yogyakarta, mari kita kirimkan pesan kepada Indonesia bahwa ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Yang kita nyalakan hari ini bukan sekadar becak, tetapi peluang, harapan, dan masa depan keluarga Indonesia,” tutup Purbaya.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles