30.6 C
Surabaya
31 July 2026
spot_img

Ditabrak Penerobos Lampu Merah di Ngagel Surabaya, Kurir Makanan Malah Diancam Ditusuk

ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA – Nasib nahas menimpa seorang kurir pengantar makanan Shopee Food, Aldi Darma saat melintas di kawasan Ngagel, Surabaya, Kamis (30/7/2026) pagi.

Niat menuntut tanggung jawab usai ditabrak penerobos lampu merah, dia justru mendapat intimidasi hingga ancaman pembunuhan dari sekelompok orang.

Peristiwa ini terjadi di pertigaan lampu merah depan Cafe Glass, Ngagel, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Korban menceritakan, kejadian berawal saat dia baru saja menyelesaikan pengantaran pesanan makanan di Apartemen Gunawangsa Tower A.

Kronologi Tabrakan di Pertigaan Ngagel

Usai mengantar makanan, korban berkendara dari arah Kertajaya menuju Ngagel dekat kampus UNIPA Adi Buana.

Sesampainya di pertigaan Cafe Glass, korban berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah. Begitu lampu berubah hijau, dia pun menancap gas secara normal.

Namun dari arah patung rusa Ngagel menuju Kertajaya, muncul pengendara sepeda motor yang nekat menerobos lampu merah. Benturan tak terelakkan. Sepeda motor pelaku menghantam kendaraan korban.

“Habis menerobos dia menabrak saya yang posisinya sudah hijau. Habis itu dia aku minta minggir,” ujar korban saat menceritakan kejadian tersebut, Jumat (31/7/2026).

Di lokasi, korban berupaya menyelesaikan masalah secara baik-baik dan meminta ganti rugi. Namun pengendara yang menabraknya menolak bertanggung jawab dan justru berdalih menunggu atasannya datang.

Saat itu situasi jalanan cukup ramai. Beberapa warga, juru parkir Cafe Glass, hingga sesama pengemudi ojek online sempat berhenti dan membela korban karena posisi pelaku jelas-jelas bersalah. Namun, pelaku enggan menyerahkan identitas seperti KTP dan memilih terus mengulur waktu.

Didatangi Rombongan dan Diancam Ditusuk

Satu per satu warga dan pengemudi ojol yang sempat berhenti akhirnya melanjutkan perjalanan. Momen sepinya dukungan ini dimanfaatkan pelaku. Tak berselang lama, rombongan rekan pelaku berdatangan ke lokasi.

Awalnya datang enam orang, disusul satu orang lagi yang diakui pelaku sebagai komandannya. Kedatangan pria yang disebut atasan ini langsung memperkeruh suasana dengan nada tinggi dan marah-marah.

Melihat situasi tak kondusif, korban sempat berinisiatif merekam interaksi tersebut lewat pesan suara (voice note) untuk dikirimkan ke grup percakapan sesama driver Shopee. Namun proses perekaman terhenti lantaran memori ponsel korban mendadak penuh.

Saat korban hendak memasukkan ponselnya ke dalam saku baju, atasan pelaku langsung mencengkeram kerah bajunya (nyengkiwing). Tangan pelaku yang lain masuk ke dalam pakaian seolah hendak mengambil senjata tajam.

“Ta’ tusuk di sini mati raimu, sudah gak usah bikin ruwet,” kata korban menirukan gertakan pelaku tersebut.

Melihat aksi intimidasi yang membahayakan keselamatan jiwa korban, juru parkir Cafe Glass yang berada di lokasi langsung sigap menarik tubuh korban menjauh dari rombongan tersebut. Juru parkir itu memegang peranan kunci memisahkan korban dari ancaman fisik.

Kabur saat Diteleponkan Polisi

“Mas, menyingkir Mas, kamu mau ditusuk. Begini saja Mas, kamu telepon polisi diancam dengan pembunuhan,” kata juru parkir tersebut mengingatkan korban.

Mendengar saran saksi, korban langsung menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110. Begitu melihat korban menelepon polisi, ketujuh orang dalam rombongan tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Usai kejadian, korban mendatangi Polsek Ngagel untuk melaporkan tindak kecelakaan tabrak lari serta ancaman pembunuhan yang baru saja dialaminya.

Petugas di Polsek Ngagel menyarankan korban untuk melanjutkan laporan ke unit Polsek/Polantas terdekat dengan tempat tinggalnya di daerah Simo, mengingat keterbatasan personel polantas di Polsek Ngagel saat itu.

Petugas sempat mengecek kondisi motor korban yang mengalami kerusakan pada bagian kemudi (steering) dan roda yang miring.

Sementara, meski disarankan melanjutkan laporan resmi kepolisian ke unit lalu lintas, korban akhirnya memilih tidak meneruskan proses hukum tersebut. Ada pertimbangan yang membuatnya ragu untuk melangkah lebih jauh.

Korban pun berharap peristiwa intimidasi dan pelanggaran lalu lintas seperti ini mendapat perhatian agar tidak terulang kepada pengendara lain di jalanan Surabaya.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan kesaksian dan kronologi dari sudut pandang korban. Redaksi aliansiberita.id masih berupaya menghimpun keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun mengonfirmasi pihak-pihak yang disebut terlibat demi memenuhi asas perimbangan berita (cover both sides).

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles