ALIANSIBERITA.ID – Behemoth kembali menghadirkan kejutan bagi penggemar extreme metal. Band asal Polandia tersebut menggandeng Shagrath dari Dimmu Borgir untuk membawakan ulang lagu klasik Venom, In League With Satan.
Lagu tersebut menjadi single kedua dari rilisan terbaru Behemoth bertajuk I, Scvlptor, yang resmi dirilis hari ini. Versi digitalnya tersedia melalui Nuclear Blast Records, sedangkan rilisan fisiknya diterbitkan Massacre Records.
Kolaborasi Behemoth dan Shagrath bukan sekadar pertemuan dua vokalis dari nama besar extreme metal.
Bagi frontman Behemoth, Adam “Nergal” Darski, In League With Satan memiliki hubungan erat dengan perjalanan musik bandnya sekaligus menjadi penghormatan kepada salah satu kelompok yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan musik mereka.
Berawal dari Rencana Tur Bersama DIMMU BORGIR
Nergal mengungkapkan ide membawakan In League With Satan muncul ketika Behemoth tengah mencari nama untuk tur mereka bersama Dimmu Borgir.
Dia kemudian terpikir menggunakan slogan klasik Venom sebagai nama tur. Dari gagasan tersebut, muncul pula ide untuk merekam lagu In League With Satan.
“Saat kami mencari nama untuk tur bersama DImmu Borgir, saya terpikir untuk menggunakan slogan yang tak lekang oleh waktu, sekaligus mengutip para dewa satanic rock’n’roll. Venom dan ‘In League With Satan’ terasa sangat cocok dengan visi saya,” kata Nergal sebagaimana mengutip Blabber Mouth pada Jumat (4/9/2026).
Nergal mengaku tidak lagi mengingat secara pasti apakah ide mengenai nama tur atau rekaman lagu tersebut yang muncul lebih dulu. Namun, gagasan itu akhirnya diwujudkan.
Behemoth merekam lagu tersebut menggunakan gitar tujuh senar dan menghadirkan Shagrath sebagai vokalis tamu.
Menurut Nergal, keterlibatan vokalis Dimmu Borgir itu membuat karakter lagu berubah cukup signifikan.
“Kehadiran Shagrath membuat lagu ini terasa jauh lebih berat sekaligus menghadirkan dimensi yang benar-benar baru,” ujar Nergal.
Behemoth bahkan berencana membawakan lagu tersebut secara langsung dalam penampilan mereka. Nergal menilai versi baru In League With Satan memiliki energi yang kuat ketika dimainkan di atas panggung.
Bagian dari I, Scvlptor
In League With Satan menjadi salah satu materi dalam I, Scvlptor, sebuah rilisan yang memiliki konsep berbeda dari album studio Behemoth pada umumnya.
Rilisan ini berisi delapan lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya, terdiri atas tujuh rekaman studio dan satu lagu live.
Behemoth melihatnya sebagai sebuah karya yang berdiri sendiri sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu band dan kreativitas mereka saat ini.
Dua materi di dalamnya merupakan rekaman ulang lagu lama Behemoth, yakni Rise Of The Blackstorm Of Evil dari The Return Of The Northern Moon yang dirilis pada 1992 serta In Thy Pandemaeternum dari Pandemonic Incantations pada 1998.
Kedua lagu tersebut mendapatkan sentuhan sonik modern melalui proses rekaman ulang, tetapi tetap mempertahankan semangat dari versi aslinya.
Selain itu, Behemoth juga memasukkan dua lagu cover sebagai bentuk penghormatan kepada band-band yang punya pengaruh besar terhadap perjalanan musik mereka.
Selain In League With Satan milik Venom yang menampilkan Shagrath, terdapat The Return Of Darkness And Evil karya Bathory yang menghadirkan Sakis Tolis dari Rotting Christ.
I, Scvlptor dirilis dalam format CD, LP, MC atau kaset, serta box set edisi terbatas melalui Massacre Records di seluruh dunia. Sementara versi digitalnya tersedia melalui Nuclear Blast Records.
Bukan Album Studio Biasa
Nergal menyebut Behemoth sangat antusias dengan kehadiran I, Scvlptor, meski dia mengakui rilisan tersebut bukan album studio reguler.
Menurutnya, proyek ini lebih tepat dipandang sebagai sebuah kompilasi. Namun, materi-materi yang belum pernah didengar sebelumnya membuat rilisan tersebut memiliki arti penting bagi Behemoth.
“Kami benar-benar sangat antusias menyambut perilisan I, Scvlptor. Meski bukan album studio reguler dan lebih tepat disebut sebagai kompilasi, keberadaan lagu-lagu yang belum pernah didengar sebelumnya membuat rilisan ini sangat berarti bagi kami,” kata Nergal.
Dia juga mengatakan sejumlah lagu dalam I, Scvlptor memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan materi yang mereka hadirkan melalui album terakhir, The Shit Ov God.
Perbedaan tersebut justru menjadi salah satu alasan mengapa Behemoth menganggap rilisan ini penting.
“Karena itu, kami melihat I, Scvlptor sebagai rilisan yang penting, sebuah penghubung atau jembatan antara posisi kami saat ini dan apa pun yang mungkin kami hadirkan di masa depan,” ujar Nergal.
Dengan konsep tersebut, I, Scvlptor tidak hanya menjadi kumpulan materi baru Behemoth. Rilisan ini sekaligus mempertemukan kembali akar musikal mereka, pengaruh dari para pendahulu extreme metal, serta arah kreatif yang sedang mereka bangun untuk masa mendatang.



