27.2 C
Surabaya
6 June 2026
spot_img

Murah dan Beragam Rasa, Rokok Ilegal Kini Kepung Tiap Sudut Kota Surabaya

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Fenomena peredaran rokok tanpa pita cukai alias rokok ilegal kian tak terbendung di Kota Surabaya. Tak lagi sembunyi-sembunyi, komoditas terlarang ini kini dijajakan secara terang-terangan, mulai dari lapak pinggir jalan hingga menyusup ke toko-toko kelontong di pemukiman padat penduduk.

Pantauan di lapangan menunjukkan pergeseran pola distribusi. Jika dulu terbatas pada jaringan tertentu, kini para penjual rokok ilegal menggunakan sepeda motor untuk menjangkau pelosok kota.

“Makin hari makin meluas. Penjual bermotor tersebar di seluruh penjuru Surabaya. Warga beralih ke sini karena harganya jauh lebih murah dibanding rokok resmi,” ujar Rafa, salah seorang pelanggan setia saat ditemui pada Selasa (24/2/2026).

Daya Tarik Harga dan Variasi Rasa

Faktor ekonomi menjadi motor utama suburnya bisnis ini. Yitno, seorang pembeli, mengakui bahwa selisih harga yang signifikan membuat masyarakat kelas menengah ke bawah tidak memiliki pilihan lain. “Peminatnya sangat banyak. Harganya terjangkau bagi kantong pekerja,” katanya.

Menariknya, produk yang ditawarkan pun semakin variatif mengikuti selera pasar. Narji, seorang pekerja kasar yang rutin mengonsumsi rokok ini, membeberkan bahwa ada tiga kategori utama yang beredar, yakni kretek tanpa filter, kretek mesin (SKM), hingga rokok menthol dengan berbagai varian rasa buah.

“Pembeli bisa pilih sesuai selera. Kalau di Surabaya, jenis ‘putihan’ dan menthol paling laku keras,” ungkap Narji.

Strategi Kemiripan Merek dan Jaringan Distribusi

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa produsen sengaja mendesain kemasan yang sangat menyerupai merek legal yang sudah punya nama. Tujuannya bukan semata untuk menipu, melainkan memberikan kesan bahwa konsumen memiliki banyak pilihan kualitas.

Salah seorang pedagang berinisial J mengungkapkan rahasia umum di balik bisnis ini. Dia menyebut sebagian besar pedagang memiliki latar belakang kedaerahan yang sama dan merasa “aman” menjalankan bisnis ini meski ilegal.

“Kami berjualan hampir di setiap kelurahan dan kecamatan. Sejauh ini merasa aman-aman saja, padahal jumlah penjualnya sudah menjamur di pinggir jalan,” pungkas J.

Hingga berita ini diturunkan, masifnya peredaran rokok ilegal ini menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang di Surabaya, mengingat dampaknya yang merugikan penerimaan negara dari sektor cukai.

Penulis : Cak Las

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles