27.2 C
Surabaya
6 June 2026
spot_img

Karakter Wani Selamatkan Muka Persebaya saat Jamu Persib di GBT

SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Pertarungan sengit tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada pekan ke-24 Super League 2025/26, Senin (2/3/2026) malam.

Persebaya Surabaya menunjukkan mentalitas baja saat menahan imbang tamunya, Persib Bandung dengan skor akhir 2-2.

Meski sempat tertinggal di babak kedua, skuat asuhan Bernardo Tavares berhasil bangkit dan mengamankan satu poin berharga.

Pelatih asal Portugal itu pun tak ragu melontarkan pujian setinggi langit bagi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak asuhnya di depan ribuan suporter setia.

Kejar-kejaran Skor di Rumput GBT

Laga klasik ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persebaya unggul lebih dulu melalui tendangan penalti kapten mereka, Bruno Moreira.

Namun, euforia pendukung tuan rumah sempat meredup setelah tim tamu mampu membalikkan keadaan menjadi 1-2 di awal babak kedua.

Di ambang kekalahan, Francisco Rivera muncul sebagai pahlawan melalui gol krusialnya pada menit ke-83.

Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga membuktikan bahwa lini serang Bajol Ijo memiliki kegigihan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Sorotan Tavares: Rendah Hati dan Perbaikan Sektor Belakang

Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil imbang ini harus disikapi dengan bijak. Dia mengakui bahwa baik Persebaya maupun Persib sama-sama tampil terbuka dan menciptakan banyak peluang emas sepanjang 90 menit.

“Kita harus tetap rendah hati menyikapi hasil ini. Kami punya peluang, lawan juga punya peluang. Mereka sempat mengenai tiang gawang. Kami ingin menang, tapi kami senang dengan semangat juang pemain karena posisi kita sempat tertinggal 1-2 di kandang,” ungkap Tavares usai laga dikutip dari persebaya.id, Selasa (3/3/2026).

Meski memuji daya juang pemain, Tavares mencatat ada beberapa kesalahan organisasi pertahanan yang menyebabkan gawang mereka bobol. Dia berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi sebelum melanjutkan perjuangan di sisa musim.

Kekuatan 12: Bonek dan Bonita Jadi Pembeda

Pelatih 45 tahun itu juga memberikan kredit khusus kepada Bonek dan Bonita yang memadati stadion. Baginya, dukungan tanpa henti dari tribun adalah motor penggerak mentalitas para pemain di lapangan.

“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap sikap para pemain. Di tengah situasi sulit, mereka menunjukkan mentalitas hebat. Sikap ini muncul karena Bonek dan Bonita datang mendukung tim langsung di stadion,” pungkasnya.

Hasil imbang ini menjaga posisi Persebaya dalam persaingan ketat di papan klasemen, sekaligus menjadi bukti bahwa GBT tetap menjadi benteng yang sulit ditaklukkan bagi tim-tim besar.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles