SURABAYA, ALIANSIBERITA.ID – Laga berat menanti Persebaya Surabaya di markas Borneo FC pada lanjutan Super League, Sabtu (7/3/2026) malam.
Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, skuat asuhan Bernardo Tavares ini dipaksa melakukan penyesuaian setelah bek kanan andalan, Catur Pamungkas dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.
Namun, situasi ini justru membuka panggung bagi Koko Ari. Pemain yang merupakan produk asli kompetisi internal Green Force ini berpeluang besar mengisi posisi starting eleven untuk menjaga kedalaman lini belakang.
Bukan Pilihan Coba-Coba
Mengandalkan Koko di laga krusial sejatinya bukan sebuah pertaruhan. Meski musim ini dia lebih sering mengawali laga dari bangku cadangan, Koko sudah teruji mencicipi atmosfer sebagai starter di dua pertandingan penting, yakni saat Persebaya menjamu Persijap Jepara dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dari total delapan penampilannya hingga pekan ke-24 ini, Koko mencatatkan 218 menit bermain dengan statistik yang patut diacungi jempol. Lima tekel sukses, empat intersep (potongan bola), dan empat kali sapuan (clearance) menjadi bukti sahih betapa efektifnya peran pemain tersebut saat mengawal area pertahanan.
Menghadapi Borneo FC yang saat ini nyaman bertengger di papan atas klasemen, ketenangan serta pembacaan posisi (positioning) Koko akan sangat diuji. Apalagi, kubu Pesut Etam dikenal sangat agresif dan mematikan ketika melakukan eksplorasi serangan dari sektor sayap.
Siap Tempur Menahan Gempuran
Menjelang pertandingan akhir pekan ini, Koko terlihat serius melahap menu latihan taktis. Fokus utamanya adalah menjaga ritme transisi, kapan harus overlap membantu serangan dan kapan harus secepat mungkin turun merapatkan barisan pertahanan.
Bagi Koko, instruksi ini tidak sulit dijalankan karena bermain di posisi fullback kanan ibarat berada di habitat aslinya sejak lama.
“Semua pemain pasti ingin main sejak menit pertama. Tapi yang paling penting, saya harus siap kapan pun dibutuhkan tim. Kalau memang dipercaya turun lawan Borneo, saya akan berikan yang terbaik,” ujar Koko seperti dinukil dari persebaya.id, Kamis (5/3/2026).
Ia sadar betul bahwa penggawa tuan rumah memiliki keunggulan kecepatan dan determinasi tinggi.
“Mereka punya pemain sayap yang sangat cepat dan agresif. Kami sudah antisipasi itu di sesi latihan. Fokus saya sederhana saja: jaga area lebih dulu, jangan mudah kehilangan posisi. Kalau ada kesempatan dan ruang kosong, baru saya bantu serangan,” pungkasnya.



