32.8 C
Surabaya
17 April 2026
spot_img

Menkeu Purbaya Patahkan Isu Risiko Tinggi usai Temui S&P di Amerika Serikat

WASHINGTON DC, ALIANSIBERITA.ID – Kabar membanggakan datang dari kiblat ekonomi dunia, Washington DC. Indonesia sukses menunjukkan taringnya dengan mempertahankan predikat sebagai negara layak investasi.

Hal ini dipastikan setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan krusial dengan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) pada Selasa (14/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, S&P memberikan konfirmasi resmi bahwa peringkat kredit Republik Indonesia tetap berada pada level Triple B (BBB) dengan Outlook Stabil.

Status Investment Grade ini menjadi bukti nyata bahwa risiko gagal bayar Indonesia sangat rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Komitmen Fiskal di Bawah Komando Presiden Prabowo

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan S&P adalah konsistensi pemerintah dalam menjaga kesehatan APBN. Menkeu Purbaya menegaskan bahwa kendali fiskal Indonesia sangat disiplin, terutama dalam menjaga defisit anggaran.

“Pihak S&P menanyakan secara mendalam mengenai kondisi fiskal kita. Saya sampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, kita tetap konsisten menjaga defisit di bawah 3 persen dari PDB,” ungkap Purbaya dalam pernyataannya, Kamis (16/4/2026).

Keyakinan lembaga internasional tersebut semakin menguat setelah melihat proyeksi angka defisit yang berada di kisaran 2,8 hingga 2,9 persen. Disiplin anggaran ini dipandang sebagai sinyal positif terhadap pengelolaan keuangan negara yang profesional dan berhati-hati.

Reformasi Perpajakan Jadi Tulang Punggung Stabilitas

Selain masalah defisit, keberhasilan Indonesia meyakinkan S&P juga didorong oleh performa pendapatan negara yang impresif.

Menkeu memaparkan bahwa restrukturisasi di organisasi Pajak dan Cukai telah membuahkan hasil yang signifikan terhadap kapasitas fiskal nasional.

Data menunjukkan tren pertumbuhan yang luar biasa pada awal 2026. Pertumbuhan pajak dua bulan pertama tahun ini melonjak 30 persen. Pertumbuhan periode Januari-Maret naik 20 persen secara tahunan (year-on-year).

“Lonjakan pertumbuhan pajak ini membuat pihak S&P merasa cukup puas. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan kita dalam mengelola pembayaran utang tetap dalam level yang aman dan tidak membahayakan,” ujar Menkeu Purbaya.

Mematahkan Isu Risiko Ekonomi di Asia

Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk meluruskan berbagai spekulasi miring. Menkeu Purbaya mengklarifikasi laporan yang sempat menyebut Indonesia memiliki risiko tinggi di kawasan Asia. Menurutnya, penilaian tersebut adalah data lama yang sudah tidak relevan.

S&P justru melihat aktivitas ekonomi makro dan mikro Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo terus menunjukkan perbaikan yang signifikan, terutama pada performa triwulan IV yang lebih kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Dengan konfirmasi ini, posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang stabil di Asia semakin tidak tergoyahkan.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles