27.8 C
Surabaya
6 June 2026
spot_img

Aksi Nyata Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Tampil Percaya Diri dengan Jaket Kulit Garut

JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Langkah konkret dalam mengampanyekan gerakan bangga buatan Indonesia kembali diperlihatkan oleh pejabat negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencuri perhatian publik setelah kedapatan mengenakan jaket kulit trendi berwarna cokelat cerah buatan Astiga Leather, sebuah merek lokal legendaris yang berbasis di Garut, Jawa Barat.

Penampilan segar sang Menteri Keuangan tersebut terlihat pada Jumat (29/5) WIB. Purbaya memadukan jaket kulit premium itu dengan setelan khasnya, yakni kemeja putih bersih dan celana panjang hitam.

Pilihan busana ini bukan sekadar urusan selera berpakaian, melainkan bentuk apresiasi langsung terhadap kreativitas dan kualitas produk buatan tangan perajin daerah yang terbukti mampu bersaing di kancah nasional maupun global.

“Makasih UMKM Garut, lain kali saya mau cobain yang warna putih sekalian kesana meninjau langsung ya, sekali lagi sukses Astiga Leather,” ungkap Menkeu Purbaya dengan penuh antusias saat memberikan testimoninya.

Jatuh Hati pada Warisan Produk Lokal Garut

Eksistensi Astiga Leather di industri kerajinan kulit tanah air memang sudah tidak diragukan lagi. Berdiri sejak 1998 di Jalan Ahmad Yani Nomor 320, Garut, jenama ini berhasil melewati berbagai tantangan zaman karena adaptif terhadap tren mode yang terus berputar.

Selain memproduksi jaket kulit yang menjadi komoditas utamanya, mereka juga melahirkan produk pelengkap fesyen bernilai estetika tinggi seperti dompet, tas, hingga gantungan kunci.

Daya tarik produk Garut ini nyatanya tidak hanya memikat hati bendahara negara, tetapi juga lini selebritas papan atas Indonesia. Melalui dokumentasi di akun Instagram resminya, sejumlah figur publik ternama terpantau pernah berkunjung ke gerai mereka, mulai dari pembawa acara Robby Purba hingga deretan musisi beken tanah air seperti Judika dan Bunga Citra Lestari.

Musisi senior Maia Estianty bahkan secara terang-terangan memuji kerapian pengerjaan produk dari Astiga Leather ini saat berkunjung langsung ke sana.

“Kulitnya bagus aku suka dengan mereka yang rapih banget kerjaannya,” tutur sosok yang akrab disapa Bunda Maia tersebut.

UMKM Tetap Menjadi Motor Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Keberpihakan Menkeu Purbaya terhadap produk lokal ini sejalan dengan posisi krusial sektor usaha mikro yang masih menjadi penyelamat ekonomi nasional sepanjang tahun 2026.

Merujuk pada kompilasi data otoritas pemerintah dan lembaga ekonomi yang dirilis tahun ini, sektor UMKM tercatat menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB nasional, yang nilainya diestimasikan menembus angka Rp8.500 triliun.

Selain menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi negara, sektor ini juga menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mencari nafkah karena mampu menyerap hingga 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Dari sisi makroekonomi, peran UMKM juga sangat signifikan dengan kontribusi sebesar 60 persen terhadap total investasi dalam negeri, serta menguasai sekitar 16 persen dari pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia.

Menyadari besarnya potensi tersebut, pemerintah pada tahun 2026 kian agresif memperkuat fondasi UMKM melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah ini diwujudkan lewat akselerasi digitalisasi pasar, pelatihan manajemen usaha, hingga intervensi permodalan yang masif.

Bukti keseriusan tersebut terlihat dari alokasi plafon pembiayaan program UMKM dan Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang ditargetkan mencapai lebih dari Rp315 triliun pada tahun ini demi memastikan pelaku usaha lokal dapat terus tumbuh dan naik kelas.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles