Kejuaraan Wushu Sanda Piala Wali Kota Surabaya Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Porprov Jatim 2027

Surabaya, Aliansiberita.id – Kejuaraan cabang olahraga Wushu Sanda dalam ajang Piala Wali Kota Surabaya di laksanakan di Gelanggang Remaja Surabaya, jadi salah satu upaya pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.
Chriswanto Agus Hariono Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Indonesia Surabaya menjelaskan kejuaraan tahun ini tidak hanya diikuti atlet dari Surabaya, tetapi juga menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga cakupannya lebih luas.
Untuk kejuaraan kali ini, Piala Wali Kota ini dari beberapa daerah di Jawa Timur,”ujarnya.

Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ajang penting mengukur kemampuan sekaligus melihat potensi para atlet Sanda yang dapat diproyeksikan untuk memperkuat tim Surabaya pada kompetisi tingkat provinsi.
“Tujuan kejuaraan kali ini itu kita gelar salah satunya adalah untuk yang di senior, adalah seleksi atlet untuk masuk di tim Porprov, jadi kalau mau ikut seleksi (Porprov) dia harus main di kelas senior dulu,” katanya.
Jum’at 5/6/2026 09.00 wib.
Chriswanto menyebut jumlah peserta yang cukup banyak menunjukkan tingginya minat terhadap cabang olahraga Wushu Sanda khususnya. Hal tersebut dinilai menjadi modal positif dalam proses pembinaan atlet di berbagai daerah.
“Kurang lebih 250 (atlet),” ungkapnya
Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran penting dalam perkembangan olahraga Wushu sanda di Surabaya, baik melalui penyelenggaraan kejuaraan maupun program pembinaan atlet.
“Kalau dari pemerintah saya rasa sangat bagus. Pembinaan tetap berjalan, apalagi Piala Wali Kota sempat vakum beberapa tahun karena Covid-19. Sekarang mulai digiatkan kembali dan dukungan pemerintah sangat terasa,” ujarnya.
Ke depan, Pengkot Wushu Surabaya menargetkan peningkatan prestasi pada berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jatim mendatang. Chriswanto menekankan pentingnya menjaga kualitas latihan, konsistensi pembinaan, serta memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet.
“Jelas targetnya harus meningkat. Surabaya menargetkan 250 medali emas di Porprov. Target itu cukup berat, tetapi tetap harus diusahakan, karena setiap cabor diwajibkan untuk menaikkan satu sampai dua medali emas,” katanya.
Christianto berharap, melalui kejuaraan seperti Piala Wali Kota Surabaya, semakin banyak atlet muda yang muncul dan mampu berprestasi, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu daerah dengan potensi atlet Wushu yang terus berkembang.
“Harapan saya untuk jenjang ini tetap dipertahankan. Karena sekarang ini secara jumlah atlet Wushu di Surabaya ini cukup banyak, Jadi harapan saya pelatih tetap antusias membina.” pungkasnya.
Penulis : Lastomo



