SURABAYA, ALIANSIBERITA. ID– Langkah strategis guna meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran wajib pajak terus digencarkan di Kota Pahlawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Operasi Gabungan Sinergitas Pendanaan Pemungutan Opsen Pajak Daerah. Agenda berskala besar ini dijadwalkan berlangsung secara berkala dan bergantian di lima wilayah Surabaya hingga akhir tahun 2026.
Operasi terpadu ini melibatkan jajaran lintas instansi, mulai dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Bapenda Provinsi Jatim, pihak Kepolisian, hingga Jasa Raharja. Salah satu titik pemantauan intensif telah dilaksanakan di kawasan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR) pada Senin (8/6/2026), dengan menyasar para pengguna jalan yang belum melunasi kewajiban administratifnya.
Kepala Bapenda Kota Surabaya, Rachmad Basari mengungkapkan bahwa esensi dari gerakan bersama ini bukan sekadar mengejar target penerimaan daerah, melainkan membangun budaya patuh pajak yang berkelanjutan. Walau secara regulasi kewenangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berada di ranah pemerintah provinsi, Pemkot Surabaya berkomitmen memberikan dukungan penuh di lapangan.
”Maksud dan tujuan operasi gabungan ini sebenarnya, selain untuk meningkatkan pendapatan, filosofi di dalamnya adalah untuk peningkatan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Nah, kepatuhan ini untuk menekan tunggakan pajak,” ujar Rachmad Basari dikutip aliansiberita.id dari laman resmi Pemkot Surabaya pada Selasa (9/6/2026).
Pendekatan Humanis: Bukan Asal Tilang, Sediakan Bayar di Tempat via QRIS
Berbeda dengan razia kendaraan konvensional yang identik dengan sanksi hukum, operasi gabungan ini dirancang lebih interaktif dan edukatif. Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan dokumen seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta masa berlaku pajak sembari menyisipkan edukasi keselamatan berkendara.
Guna menghadirkan solusi konkret, penyelenggara menyediakan fasilitas pembayaran langsung di lokasi operasi. Pemkot Surabaya menggandeng gerai mobile Bank Jatim untuk memfasilitasi para wajib pajak yang ingin langsung melunasi tunggakannya. Terobosan ini kian memanjakan masyarakat karena proses transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan menit menggunakan metode nontunai QRIS.
Menurut Rachmad Basari, transformasi digital yang ada saat ini sebenarnya sudah sangat memudahkan warga. Keabsahan data dan besaran tagihan bisa dicek secara mandiri dari mana saja cukup dengan memasukkan nomor pelat, nomor mesin, serta nomor rangka kendaraan. Proses tatap muka secara fisik praktis hanya dibutuhkan saat perpanjangan masa berlaku STNK lima tahunan yang mengharuskan adanya cek fisik kendaraan.
Komitmen Jangka Panjang dan Dampak Langsung bagi Pembangunan Kota
Agenda penertiban ini dipastikan terus berjalan secara konsisten. Bapenda telah memetakan wilayah operasi yang akan bergerak secara dinamis di lima wilayah kerja Bapenda Provinsi Jatim di Surabaya, meliputi area Surabaya Selatan, Pusat, Barat, Timur, hingga Surabaya Utara.
Tindakan hukum atau penilangan tegas oleh aparat kepolisian dipastikan hanya menyasar pengendara dengan tingkat pelanggaran lalu lintas berat atau mereka yang sama sekali tidak mengantongi dokumen kendaraan sah. Di luar pelanggaran prinsipil tersebut, petugas mengedepankan aspek pengingat (reminder) yang bersahabat.
Dia berharap masyarakat Kota Surabaya menyambut positif momentum ini demi kenyamanan bersama. Rachmad Basari memaparkan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan akan langsung mengalir kembali ke daerah melalui skema bagi hasil (opsen). Dana inilah yang kemudian dikonversi oleh Pemkot Surabaya menjadi fasilitas publik yang nyata, seperti perbaikan akses jalan raya serta optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU).
”Ayo masyarakat untuk tertib administrasi dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Karena dengan membayar pajak, masyarakat berkontribusi langsung pada pembangunan di Surabaya, yang hasilnya dikembalikan lagi ke masyarakat pengguna jalan. Salah satunya untuk penerangan jalan umum dan perbaikan jalan-jalan agar semakin bagus dan mulus,” pungkas dia.



