ALIANSIBERITA.ID, SURABAYA — Keberadaan pedagang rokok kecil di berbagai daerah kerap menghadapi persimpangan jalan antara tuntutan ekonomi keluarga dan bayang-bayang penertiban aparat.
Merespons kondisi tersebut, Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (Perloki) hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, sekaligus ruang berlindung bagi para pelaku usaha kecil di sektor ini.
Koordinator Nasional Perloki, Muhammad Taufik atau yang akrab dipanggil Bung Taufik, mengajak para pedagang rokok lokal dari seluruh penjuru daerah agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, sektor ini menampung banyak warga yang menggantungkan urusan dapur dari hasil jualan harian.
“Saya mengajak seluruh pedagang rokok lokal di Indonesia untuk bersatu. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Perloki hadir sebagai rumah bersama, tempat kita saling memberikan informasi, edukasi hukum, dan memperjuangkan rasa keadilan,” kata Bung Taufik melalui keterangan resminya yang diterima aliansiberita.id, Kamis (20/8/2026).
Edukasi Hukum dan Penertiban yang Proporsional
Bung Taufik menegaskan bahwa keberadaan Perloki sama sekali bukan untuk memprovokasi masyarakat agar bertindak melawan hukum atau aparat penegak hukum.
Sebaliknya, organisasi ini justru ingin merangkul para pedagang agar semakin paham aturan main perdagangan serta taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kendati demikian, dia menyoroti tindakan penertiban di lapangan yang kerap melibatkan instansi seperti Bea Cukai hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Menurutnya, langkah penegakan hukum harus tetap mengedepankan aspek profesionalitas, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
“Kita tidak anti-hukum, kita sangat menghormati hukum. Tapi penegakan aturan mestinya juga memberi rasa keadilan. Masyarakat perlu diberi pemahaman soal aturan dulu, bukan mendadak ditindak saat mereka sebenarnya cuma tidak tahu,” tegasnya.
Dia mengingatkan, di tengah sulitnya lapangan kerja formal menyerap angkatan kerja produktif, menjadi pedagang kecil adalah pilihan realistis warga demi bertahan hidup.
Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan bisa merumuskan kebijakan yang seimbang antara penegakan aturan, perlindungan warga, pemberdayaan ekonomi, dan penyediaan lapangan kerja.
Konsolidasi Melalui WA Group dan Kopdar Nasional
Sebagai langkah nyata memperkuat barisan, Perloki sudah mulai menjaring para pedagang rokok lokal dari berbagai wilayah melalui grup WhatsApp.
Wadah digital ini difungsikan sebagai sarana bertukar informasi, konsultasi hukum, hingga tempat menampung berbagai keluhan pedagang di lapangan.
Tak berhenti di situ, Perloki juga tengah merancang agenda Kopi Darat (Kopdar) Nasional sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi tatap muka secara langsung.
“Nanti kita buat kopdar. Kita duduk bersama, berdiskusi, mendengar persoalan teman-teman di daerah, lalu cari jalan keluarnya sama-sama. Kita ingin bangun persatuan pedagang rokok lokal dari Sabang sampai Merauke,” jelas Bung Taufik.
Dia pun berpesan agar para pedagang tak perlu ragu apalagi takut untuk bergabung. Sebab, semakin solid barisan pedagang, semakin bermartabat pula ruang dialog yang bisa dibangun bersama pemerintah maupun pihak terkait secara tertib dan legal.
“Ayo bersatu. Mari kita bangun Perloki sebagai rumah bersama. Kita pahami hukum, taati aturan, tapi hak dan rasa keadilan masyarakat juga harus terus kita perjuangkan,” pungkasnya.



