Arus Dukungan 24 Pengprov Menguat, Yulius Selvanus Siap Pimpin PB Perpani Menuju Emas Olimpiade 2028

ALIANSIBERITA.ID, JAKARTA — Dukungan terhadap Yulius Selvanus Komaling (YSK) untuk memimpin Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) periode 2026-2030 terus menguat.

Sebanyak 24 Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani menyatakan dukungan kepada Yulius. Konsolidasi tersebut menjadi sinyal kuat menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Perpani yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Yulius yang dikenal sebagai Gubernur Sulawesi Utara sekaligus memiliki kedekatan dengan olahraga panahan, membawa target besar jika nantinya dipercaya memimpin organisasi. Dia ingin membawa panahan Indonesia meraih medali emas pada Olimpiade 2028.

“Mimpi saya sederhana tapi besar: panahan Indonesia rebut emas Olimpiade. Itu target yang wajib kita capai,” ujar Yulius Selvanus.

24 Pengprov Beri Dukungan

Dukungan terhadap Yulius mengemuka dalam konsolidasi di Makassar, 29 Agustus yang lalu. Sebanyak 24 Pengprov Perpani dari berbagai daerah menyatakan sikap mendukung Yulius untuk menjadi Ketua Umum PB Perpani.

Para perwakilan Pengprov hadir mengenakan kaos polo putih dengan logo “YS”. Simbol tersebut kemudian menjadi penanda dukungan terhadap Yulius yang dinilai membawa harapan baru bagi perkembangan panahan nasional.

Sekretaris Jenderal Perpani Irawadi Hanafi menyampaikan bahwa Ketua Umum PB Perpani saat ini, M Arsjad Rasjid PM, memberikan dukungan kepada Yulius sebagai penerusnya.

“Kami yakin Pak Yulius akan membawa panahan Indonesia meraih prestasi lebih gemilang,” ujar salah satu perwakilan Pengprov.

Dukungan 24 provinsi tersebut memperlihatkan bahwa proses konsolidasi menuju Munas Perpani mulai mengerucut. Yulius pun dinilai memiliki modal pengalaman, jaringan, serta pemahaman terhadap olahraga panahan.

Prestasi Panahan Indonesia Terus Menanjak

Dukungan tersebut datang ketika prestasi panahan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.

Pada SEA Games 2021 Vietnam, Indonesia tampil sebagai juara umum dengan meraih lima medali emas dan satu perak.

Kemudian di Asian Games 2023 Hangzhou, Indonesia berhasil mengakhiri penantian selama 41 tahun dengan membawa pulang dua medali perunggu. Keduanya diraih dari nomor recurve beregu putra dan mixed team.

Namun, perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi masih menghadapi tantangan. Empat wakil Indonesia di Olimpiade Paris 2024, yakni Diananda, Syifa, Rezza, dan Arif, belum berhasil mempersembahkan medali.

Panahan Indonesia juga absen di SEA Games 2023 Kamboja. Kondisi tersebut membuat momentum kompetisi di tingkat regional sempat terputus.

Memasuki 2025, PB Perpani di bawah kepemimpinan Arsjad Rasjid melakukan penyesuaian strategi pembinaan. Salah satunya dengan mengalihkan anggaran training center untuk memperbanyak uji coba internasional.

Program tersebut berjalan bersama penguatan konsep road to champions dan pembinaan atlet secara berjenjang.

Hasilnya terlihat pada SEA Games 2025 Thailand. Indonesia mampu meraih enam emas dan dua perunggu. Catatan tersebut menjadi capaian terbaik panahan Indonesia dalam 12 tahun terakhir.

Empat emas berasal dari nomor recurve, sedangkan dua emas lainnya diraih dari compound.

Performa tersebut kembali terlihat pada Asia Cup 2025. Indonesia menambah dua emas, satu perak, dan dua perunggu sebagai modal menghadapi Asian Games 2026.

Yulius Siapkan Pendekatan Berbasis Data

Yulius tidak hanya membawa target medali. Ia juga menyiapkan gagasan mengenai bagaimana pembinaan atlet panahan Indonesia harus dikembangkan.

Salah satu fokusnya adalah meningkatkan frekuensi pertandingan internasional. Menurut konsep yang ditawarkan, atlet membutuhkan pengalaman bertanding yang lebih banyak agar terbiasa menghadapi tekanan dan persaingan di level dunia.

Selain itu, Yulius mendorong penerapan data-driven coaching, yakni pemanfaatan data sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengembangan kemampuan atlet.

Aspek psikologi olahraga serta teknologi analisis bidikan juga menjadi bagian dari pendekatan yang ingin dikembangkan.

Bagi Yulius, panahan memiliki filosofi yang kuat. Fokus, ketenangan, dan konsistensi menjadi bagian penting dari olahraga yang membutuhkan presisi tinggi tersebut.

Kesibukan sebagai pejabat tidak membuat Yulius meninggalkan panahan. Di sela aktivitasnya, ia tetap menyempatkan diri menarik busur. Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan dia ingin ikut mendorong perkembangan panahan Indonesia dari sisi organisasi maupun pembinaan.

Menuju Munas Perpani Desember 2026

Munas Perpani pada Desember 2026 akan menjadi momentum penting bagi arah organisasi untuk periode berikutnya.

Konsolidasi 24 Pengprov yang menyatakan dukungan kepada Yulius menjadi salah satu perkembangan yang mencuat menjelang agenda tersebut. Dukungan itu juga disebut mendapat restu dari Ketua Umum PB Perpani saat ini, M Arsjad Rasjid PM.

Jika nantinya dipercaya memimpin PB Perpani, Yulius menghadapi pekerjaan besar untuk menjaga tren positif prestasi yang sudah dibangun sekaligus membawa atlet Indonesia menembus level tertinggi.

Targetnya pun sudah dipasang dengan jelas. Bukan sekadar dominasi di kawasan Asia Tenggara, tetapi medali emas Olimpiade 2028.

Bagi panahan Indonesia, target tersebut tentu bukan pekerjaan ringan. Namun, dengan pembinaan berjenjang, lebih banyak pertandingan internasional, dukungan teknologi, serta penguatan mental atlet, Yulius ingin menjadikan mimpi tersebut sebagai target yang harus diperjuangkan bersama.

Munas Perpani Desember 2026 akhirnya akan menjadi salah satu titik penentu apakah gagasan dan dukungan tersebut berlanjut menjadi kepemimpinan baru di tubuh organisasi panahan nasional.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

Latest Articles