Ruben Amorim Sebut Cisse Siap Bela Italia dan Balas Kritik Pedas, Lebih dari Itu Mustahil

ALIANSIBERITA.ID, MILAN – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim memberikan sinyal kuat soal masa depan Aphadjo Cisse.

Menurutnya, striker muda itu sudah siap jika mendapat panggilan pertama ke Timnas Italia pada jeda internasional akhir bulan ini.

Pernyataan itu disampaikan Amorim dalam konferensi pers jelang laga tandang Serie A melawan Lazio, Jumat (11/9/2026) siang waktu Italia.

Amorim Pastikan Pulisic Main, tapi Kecewa Minim Menit

Dalam kesempatan yang sama, pelatih asal Portugal itu juga memastikan Christian Pulisic akhirnya akan mendapatkan menit bermain pertamanya di musim 2026-2027 saat menghadapi Lazio.

Meski begitu, Amorim mengakui bintang Timnas Amerika Serikat itu sedang tidak dalam mood terbaik karena minimnya kesempatan di tiga laga awal.

Sejauh ini Milan mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang. Hasil imbang melawan Juventus pekan lalu justru mengundang kritik karena dianggap terlalu bertahan.

Jawab Kritik dengan Sindiran Manchester United

Amorim tak menampik timnya kehilangan energi di Turin.

“Laga terakhir bukan cuma soal statis, kami kehilangan energi. Kami menguasai bola cukup baik terutama di babak pertama, tapi kami kurang agresif di sepertiga akhir dan di dalam kotak,” kata Amorim.

Dia menyoroti banyak peluang Juventus lahir dari kesalahan Milan sendiri. Umpan ceroboh tanpa tekanan yang akhirnya mengubah momentum.

Soal Goncalo Ramos yang juga disorot karena tampil kurang meyakinkan, Amorim memilih membela. Menurutnya, itu soal pemahaman permainan kolektif, bukan satu pemain saja.

Amorim kemudian menanggapi kritik dengan nada bercanda. Dia mengaku sudah sangat terbiasa dengan tekanan seperti itu semasa melatih Manchester United.

“Kritik itu normal. Saya sudah mengalaminya di klub saya sebelumnya. Lebih dari itu, mustahil,” ujarnya sambil tertawa.

Dia menegaskan prioritasnya tetap klub. Milan memintanya bermain positif dan mencetak banyak gol. Niat itu ada, tapi lawan juga punya kualitas.

Luciano Spalletti, kata Amorim, adalah pelatih hebat yang mampu membuat Milan tertekan meski Rossoneri justru lebih banyak menguasai bola.

“Kalau lihat tim kami, kami selalu punya niat, tidak ada yang acak. Terkadang kami ingin pola tertentu yang memang sulit untuk pemain. Saya paham tekanannya. Saya paham ketika ada orang dari luar datang untuk bilang bagaimana cara bermain sepak bola kalian, itu berat,” lanjut Amorim.

Cisse Siap Main di Mana Saja

Sorotan utama tentu pada Cisse. Pemain muda Italia itu sudah mencetak dua gol dalam tiga pekan awal Serie A. Laporan dari sejumlah media Italia menyebut namanya akan masuk skuad Azzurri untuk jeda internasional mendatang.

Amorim tidak ragu soal mentalitas anak asuhnya itu.

“Kalau kamu taruh Cisse di lapangan, dia akan bermain. Tidak peduli apakah itu bersama tim nasional, bersama Bastoni atau pemain lain. Dia akan bermain bebas. Untuk itu, dia siap,” tegas Amorim.

Namun dia juga mengingatkan Cisse masih butuh waktu untuk tumbuh. Amorim melihat ada perbedaan performa Cisse saat bermain tandang dan ketika bermain di San Siro yang tekanannya jauh lebih besar.

“Berikan waktu untuk Cissé. Jika kamu taruh dia latihan bersama tim nasional dan bermain bersama tim nasional, dia tidak akan malu dan dia akan minta bola. Jadi dia siap, tapi butuh waktu untuk menjadi pemain yang dia bisa jadi. Dia masih banyak yang harus dipelajari,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan apakah Como asuhan Cesc Fabregas bisa jadi role model proyek jangka panjang Milan, apalagi setelah Como jadi satu-satunya wakil Serie A yang menang di pekan pertama Liga Champions usai melibas RB Leipzig, Amorim menjawab diplomatis.

Menurutnya, setiap pelatih punya latar belakang dan identitas berbeda. Pemilik Milan, Gerry Cardinale, tidak pernah menyebut Como sebagai inspirasi.

“Setiap pelatih butuh waktu. Kalau mau tim yang bermain seperti Como, kamu harus membeli pelatih Como untuk bermain dengan cara yang sama. Saya punya gaya main sendiri, identitas sendiri. Melatih Milan itu sangat sulit, melatih Como dan melakukan apa yang mereka lakukan di Liga Champions juga sangat sulit,” tutupnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

Latest Articles