29th Surabaya International Jewellery Fair 2026 Kembali Digelar di Shangri-La Surabaya

SURABAYA Aliasnsiberita,id – Industri perhiasan nasional kembali unjuk gigi. Pameran perhiasan paling bergengsi di Indonesia, Surabaya International Jewellery Fair (SIJF), akan kembali digelar untuk ke-29 kalinya pada 15-18 Oktober 2026, pukul 10.00-21.00 WIB di Grand Ballroom, Shangri-La Hotel Surabaya.

Mengusung tema _“Heritage Craftsmanship Meets Modern Luxury”_, edisi ke-29 ini disebut sebagai edisi paling glamour dan paling lengkap sepanjang sejarah penyelenggaraan SIJF.

Ketua Panitia SIJF 2026 mengatakan, Surabaya dipilih karena posisinya yang strategis sebagai pusat perdagangan emas dan perhiasan di Indonesia Timur.

Surabaya International Jewellery Fair bukan sekadar pameran jual-beli, tapi ini adalah etalase industri perhiasan Indonesia. Di sini kami pertemukan warisan keahlian pengrajin tradisional dengan desain modern yang siap bersaing di pasar global,” ujarnya.

Diikuti 100 Lebih Brand Ternama.

Selama empat hari, lebih dari 100 exhibitor nasional dan internasional akan memamerkan koleksi terbaiknya. Beberapa brand yang telah mengonfirmasi kehadirannya antara lain UBS Gold, King Halim Jewelry, Frank & Co, Gold Mart, dan Lotus Gold, serta puluhan desainer perhiasan independen.

Produk yang dipamerkan meliputi kategori fine gold and diamond jewellery, perak dan gemstone, mutiara laut dan air tawar, hingga mesin dan teknologi produksi perhiasan terkini.

Pada kategori teknologi, salah satu penjaga lapak Bintang Polaris Maju yakni Pak Adi Suparni melayani pengunjung dengan Rama menampilkan produk mesin XRF (X-Ray Fluorescence) untuk uji kadar emas. Mesin tersebut dibanderol mulai Rp 18 juta hingga Rp 35 juta, tergantung tipe yang dipilih. Mesin tersebut merupakan produk impor dari Amerika dan China.

Target 10.000 Pengunjung

Tak hanya pameran, panitia juga menyiapkan agenda pendukung seperti Jewellery Fashion Parade, Talkshow Tren Perhiasan 2027 dan Investasi Emas, Workshop Desain Perhiasan, serta Business Matching yang mempertemukan produsen lokal dengan buyer internasional dari Hong Kong, Singapura, dan Timur Tengah.

Pameran yang digagas Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia ini menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung. Penyelenggaraannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekspor perhiasan Indonesia yang saat ini telah merambah pasar Swiss, India, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong.

Pameran terbuka untuk umum secara gratis dengan registrasi di lokasi. Panitia mengimbau pengunjung datang dengan pakaian rapi dan menjaga keamanan barang bawaan.

Wartawan: Jojo

 

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

Latest Articles