ALIANSIBERITA.ID, AMSTERDAM – Kekalahan 0-2 dari Ajax pada ajang Conference League, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB, tidak membuat Maurizio Sarri berkecil hati.
Pelatih Atalanta tersebut justru mengklaim menemukan lebih banyak hal positif dari penampilan anak asuhnya di Amsterdam, meski dua kesalahan fatal menjelang laga usai menggagalkan raihan poin tim tamu.
Atalanta sebenarnya tampil dominan lewat penguasaan bola dan beberapa kali menebar ancaman. Namun, petaka datang di lima menit terakhir ketika bek muda Relja Obric kalah perebutan bola dari Tolu Arodokare, sebelum disusul gol kedua lewat tembakan tajam Abdella Ouazane dari sudut sempit.
Emosi Bercampur tapi Ogah Terpuruk
Berbicara kepada Sky Sport Italia, Sarri mengaku kaget karena situasi di lapangan sebenarnya sedang berpihak pada Atalanta sebelum gol pembuka Ajax tercipta.
“Memasuki lima menit terakhir, hal terakhir yang saya pikirkan adalah kekalahan. Situasinya saat itu terasa sangat menguntungkan buat kami,” ungkap Sarri.
Kendati demikian, Sarri meminta anak asuhnya untuk tidak meratapi hasil ini secara berlebihan. Menurut dia, performa yang ditunjukkan sepanjang pertandingan sudah cukup menjanjikan untuk level Eropa.
“Kami memang butuh hasil positif untuk bangkit, tetapi malam ini kami tidak boleh keluar stadion dengan perasaan hancur. Boleh saja sedikit marah atau frustrasi, tapi jangan terpuruk. Ada peningkatan di beberapa area dan lebih banyak hal positif yang bisa diambil,” tegasnya.
Krisis Pertahanan dan Perlindungan untuk Pemain Muda
Laga ini menjadi penampilan kedua Obric bersama tim utama Atalanta, setelah sebelumnya dia juga membuat kesalahan saat dikalahkan AC Milan 3-2 di Serie A.
Sarri menegaskan bahwa Obric terpaksa dipasang lantaran skuatnya sedang dilanda krisis bek tengah dengan absennya empat pemain utama.
Sarri pun enggan melimpahkan kesalahan semata-mata kepada Obric. Dia menilai para pemain lain di lapangan seharusnya memberikan bantuan saat Obric harus berduel dengan penyerang lawan yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dan kuat.
Penyelesaian Akhir Masih Buruk
Di luar persoalan lini pertahanan yang compang-camping akibat badai cedera, Sarri melihat kegagalan mengonversi peluang sebagai penyebab utama kekalahan timnya.
Skuat La Dea berulang kali berhasil membongkar pertahanan Ajax, namun gagal melepaskan ancaman berarti ke gawang Marc-Andre ter Stegen.
Sarri mencontohkan situasi serangan balik saat timnya unggul jumlah pemain tiga lawan dua, tetapi tidak ada satu pun tembakan yang mengarah tepat ke sasaran.
Bagi Sarri, hasil negatif di markas Ajax ini lebih dipicu oleh penyelesaian akhir yang tumpul di barisan depan daripada sekadar kerapuhan di lini belakang.



