28.9 C
Surabaya
18 April 2026
spot_img

Bidik Pendapatan Baru, BUMD Jakarta Fokus Optimalisasi Aset dan Perluas Ekspansi Bisnis

JAKARTA, ALIANSIBERITA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memacu seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengubah pola pikir dalam pengelolaan usaha.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa BUMD kini dituntut untuk tidak hanya sekadar bertahan, melainkan berani melakukan ekspansi besar-besaran guna memperkokoh ekosistem Jakarta Global City.

Pesan tersebut menjadi poin sentral dalam BUMD Leaders Forum 2026 bertajuk “Synergy For Resilience” yang digelar di Ancol, Jakarta Utara (17/4/2026). Pramono menekankan pentingnya BUMD keluar dari zona nyaman sebagai pemain domestik demi memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pendapatan daerah.

“Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tapi bertarung keluar. Saya yakin itu akan memberikan manfaat bagi Jakarta,” ujar Pramono.

Gubernur Pramono mencontohkan entitas seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya sebagai garda depan yang harus mulai mematangkan strategi ekspansi tersebut.

Transformasi Aset Menjadi ‘Investment Driver’

Sejalan dengan arahan Gubernur, Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Jakarta telah memetakan sejumlah langkah taktis yang menitikberatkan pada produktivitas aset strategis.

Dalam forum ini, terungkap bahwa optimalisasi aset kini diarahkan sebagai New Revenue Stream Generator atau pencetak sumber pendapatan baru.

Beberapa sektor yang menjadi fokus pengembangan meliputi:

  • Properti Strategis: Transformasi aset lahan menjadi hotel, hunian mix-used, dan fasilitas Park & Ride.

  • Infrastruktur Vital: Peningkatan kapasitas pengolahan air limbah serta sistem distribusi dan pengolahan pangan.

  • Kemandirian Finansial: Penerapan creative financing untuk memperkuat struktur modal tanpa terus bergantung pada skema konvensional.

Sinergi Pembiayaan dan Mitigasi Risiko

Realisasi dari strategi ini mulai terlihat pada Triwulan I 2026. Tercatat, Bank Jakarta telah mengucurkan fasilitas kredit kepada tiga BUMD utama, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.

Selain itu, kolaborasi diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta di penghujung acara.

Namun, di tengah ambisi tersebut, tantangan manajemen risiko tetap menjadi perhatian utama. Pramono mengingatkan para direksi untuk waspada terhadap gejolak geopolitik dunia dan fenomena iklim El Nino yang diprediksi terjadi pada April-September.

“Mereka harus mempersiapkan diri. Konsolidasi BUMD harus membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional agar tangguh menghadapi tekanan ekonomi,” pungkasnya.

Melalui Collaboration Charter, BUMD Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi pengelola aset negara, tetapi bertransformasi menjadi institusi bisnis profesional yang mampu bersaing di kancah internasional.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles