JEPARA, ALIANSIBERITA.ID – Persebaya Surabaya dihadapkan pada ujian konsistensi saat bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam.
Mengusung misi bangkit pasca-kekalahan di kandang, tim kebanggaan warga Surabaya ini harus berjuang ekstra keras karena dihantam masalah kebugaran pemain.
Meski memiliki catatan historis yang dominan, meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam tujuh pertemuan terakhir, perjalanan Green Force kali ini tidaklah mudah. Pelatih Bernardo Tavares mengakui kondisi internal tim sedang tidak dalam kekuatan penuh.
Strategi Pemulihan di Tengah Kendala Fisik
Beberapa pilar utama dilaporkan absen dari sesi latihan akibat cedera dan serangan demam. Situasi ini diperberat dengan jadwal perjalanan malam hari yang cukup menguras energi.
“Minggu ini cukup menantang karena ada pemain yang cedera dan sakit. Saya menekankan pentingnya istirahat bagi mereka. Dalam kondisi seperti ini, kami membutuhkan sikap ekstra, fokus, serta intensitas yang tinggi di lapangan,” ungkap Tavares mengutip laman resmi Persebaya, Kamis (20/2/2026).
Tavares juga menyinggung adaptasi tim di bulan Ramadhan. Pelatih asal Portugal ini tetap menjaga standar kualitas latihan meski durasinya dipangkas demi menjaga metabolisme pemain yang berpuasa.
Waspadai Revolusi Komposisi Persijap
Gelandang bertahan Persebaya, Milos Raickovic turut mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memandang remeh tuan rumah. Menurutnya, Laskar Kalinyamat yang sekarang bukanlah tim yang sama seperti pada putaran pertama lalu.
“Kami tahu Persijap datang dengan banyak pemain baru. Namun, target kami jelas: kembali ke jalur kemenangan. Kami ingin memperbaiki performa dan membawa pulang tiga poin ke Surabaya,” tegas Raickovic.
Laga ini akan menjadi pembuktian bagi skuad pelapis Persebaya untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga marwah tim di tengah badai cedera yang melanda.



