ALIANSIBERITA.ID – Raksasa heavy metal asal Richmond, Virginia, Lamb of God secara resmi mengonfirmasi peluncuran album studio ke-10 mereka yang bertajuk “Into Oblivion”.
Karya terbaru yang diproduseri oleh Josh Wilbur ini dijadwalkan menyapa penggemar pada 13 Maret 2026 mendatang di bawah bendera Epic Records.
Dalam keterangannya di The Downbeat Podcast, gitaris utama Mark Morton mengungkapkan bahwa proses kreatif album ini merupakan sebuah perjalanan “napak tilas” ke akar musikalitas Lamb of God yang dibangun dua dekade silam.
Menemukan Kembali ‘Gairah Lama’
Morton menjelaskan bahwa selama penulisan lagu untuk Into Oblivion, dia sengaja tidak mendengarkan karya-karya modern. Sebaliknya, dia membedah kembali pola permainan gitar dari band-band yang menginspirasinya di era awal karier Lamb of God.
“Saya kembali mendengarkan The Haunted, At The Gates, hingga materi awal Meshuggah. Saya ingin menangkap kembali gairah yang saya rasakan saat pertama kali membangun band ini,” ujar Morton dikutip dari Blabber Mouth.
Secara khusus, Morton menyebut album ‘Slaughter Of The Soul’ milik At The Gates sebagai referensi klasik yang tak tergantikan. Pengaruh groove unik namun tajam dari album ‘Destroy Erase Improve’ milik Meshuggah juga diakui menjadi elemen penting dalam struktur lagu-lagu baru di album mendatang.
Evolusi Art Cruz dan Warisan Suara Band
Album Into Oblivion juga menjadi pembuktian bagi drummer Art Cruz.
Setelah tiga album bersama Lamb of God, Morton menilai Art kini jauh lebih percaya diri untuk mengeksplorasi kemampuannya namun tetap menjaga marwah “Lamb of God Sound” yang sebelumnya dibangun oleh Chris Adler.
“Keuntungan memiliki Art adalah dia dulunya penggemar berat Lamb of God. Dia sering memberikan perspektif dari sisi fans, tentang gaya bermain seperti apa yang dirindukan dari Lamb of God era 2009. Kami sangat memercayai instingnya tersebut,” jelas Morton.

Persiapan Tur Dunia 2026
Produksi album ini tergolong sangat otentik. Bagian drum direkam di Richmond, sementara vokal Randy Blythe direkam di studio legendaris Total Access di California—tempat lahirnya album-album punk ikonik era 80-an.
Lamb of God telah meluncurkan tiga single pembuka sebagai representasi keberagaman isi album:
- “Sepsis”: Lagu dengan nuansa underground Richmond era 90-an.
- “Parasocial Christ”: Tembang agresif bergaya thrash.
- “Into Oblivion”: Lagu utama yang menonjolkan kedewasaan bermusik mereka.
Menyertai perilisan album, Lamb of God akan memulai tur Amerika Utara pada 17 Maret 2026 bersama jajaran band cadas seperti Kublai Khan TX dan Fit For An Autopsy.



