MILAN, ALIANSIBERITA.ID – Kemenangan tipis 1-0 Parma atas AC Milan di San Siro, Senin (23/2/2026) WIB, terus memicu polemik panjang.
Fokus utama perdebatan publik tertuju pada gol tunggal Troilo di menit-menit akhir yang sempat dianulir namun akhirnya disahkan lewat intervensi VAR.
Menanggapi gelombang protes dari kubu Rossoneri, mantan wasit senior Serie A, Dino Tommasi memberikan analisis mendalam melalui program Open VAR.
Tommasi menilai wasit Marco Piccinini telah menjalankan tugasnya dengan tepat, meski keputusannya memicu pro-kontra di kalangan analis.
Analisis Insiden: Tidak Ada Pelanggaran Aktif
Dino Tommasi membedah dua poin keberatan Milan, yakni posisi Valenti yang dianggap menghalangi Mike Maignan serta duel fisik Troilo terhadap Bartesaghi.
“Awalnya Piccinini meniup peluit karena menduga ada gangguan terhadap Maignan. Namun fakta di lapangan, pemain Parma (Valenti) tidak bergerak aktif ke arah kiper. Keputusan VAR untuk mengoreksi itu sudah benar,” tegas Tommasi sebagaimana dilansir dari Di Marzio.
Terkait benturan antara Troilo dan Bartesaghi dalam proses build-up gol, Tommasi juga memberikan pembelaan. Menurutnya, Troilo memenangkan duel udara lebih dulu secara bersih. Kontak fisik yang terjadi dinilai sebagai “gerakan fisiologis” yang wajar dalam sebuah loncatan.
Dampak Serius: Loftus-Cheek Masuk Ruang Operasi
Di balik perdebatan skor, laga ini menyisakan kabar duka bagi skuad asuhan Paulo Fonseca. Gelandang Ruben Loftus-Cheek dilaporkan mengalami cedera parah pada bagian mulut.
Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi Loftus-Cheek menderita patah tulang alveolar (tulang rahang penyangga gigi) akibat bertabrakan dengan kiper Parma, Corvi. Meski berakibat fatal hingga mengharuskan tindakan operasi, Tommasi menegaskan insiden itu murni kecelakaan lapangan (accidental clash).
“Keputusan di lapangan sudah tepat. Corvi berniat menghalau bola namun justru berbenturan dengan rekan setim dan lawan. Tidak ada pelanggaran dalam kejadian tersebut,” pungkas Tommasi.
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Milan, namun dari sisi regulasi, Tommasi memastikan bahwa keadilan di lapangan telah terpenuhi melalui prosedur yang berlaku.



