33.9 C
Surabaya
20 April 2026
spot_img

Tok! CAS Ketok Palu: Banding FAM Ditolak, 7 Pemain Malaysia Terbukti Palsukan Dokumen

ALIANSIBERITA.ID – Harapan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk meloloskan pemain naturalisasinya dari sanksi FIFA berakhir antiklimaks.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) secara resmi menolak permohonan banding FAM, sekaligus mempertegas bahwa skandal pemalsuan dokumen tersebut benar-benar terjadi.

Melalui rilis resmi pada Kamis (5/3/2026), CAS menjatuhkan hukuman larangan bertanding selama 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

Tak hanya itu, otoritas sepakbola Malaysia tersebut juga dipaksa merogoh kocek hingga Rp7,5 miliar (350 ribu CHF) sebagai denda administratif atas pelanggaran berat ini.

Bukti Penipuan yang Tak Terbantahkan

Keputusan Panel CAS didasarkan pada bukti-bukti kuat yang menunjukkan adanya praktik manipulasi data dalam proses naturalisasi. Sanksi satu tahun dianggap sebagai hukuman yang proporsional untuk menjaga integritas sepak bola internasional.

“Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen telah terbukti. Larangan 12 bulan merupakan sanksi yang wajar bagi pemain mengingat keterlibatan mereka dalam penipuan ini,” tulis pernyataan resmi CAS.

Adapun tujuh pemain yang masuk dalam daftar hitam tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Status Pemain: Dilarang Tanding, Tetap Latihan

Meskipun dilarang tampil dalam pertandingan resmi, CAS memberikan klasifikasi bahwa sanksi ini mengacu pada Pasal 22 FDC (FIFA Disciplinary Code). Artinya, para pemain tetap diperbolehkan mengikuti aktivitas klub seperti latihan rutin demi menjaga kondisi fisik mereka.

Hukuman ini mulai berlaku efektif hari ini. Namun, para pemain mendapatkan pengurangan masa hukuman untuk periode yang sudah dijalani sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026.

Kasus ini menjadi noda hitam bagi persepakbolaan Negeri Jiran dan sekaligus menjadi peringatan bagi negara-negara lain agar lebih transparan dan jujur dalam menjalankan program naturalisasi pemain.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles