33.1 C
Surabaya
21 July 2026
spot_img

Kandas 1-5 di Markas Borneo FC, Bernardo Tavares Bongkar Penyebab Rapuhnya Lini Belakang Persebaya

SAMARINDA, ALIANSIBERITA.ID – Skuat Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa seusai takluk telak 1-5 dari Borneo FC pada laga lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam itu menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Bernardo Tavares.

Juru racik asal Portugal tersebut tak menampik bahwa tuan rumah tampil jauh lebih dominan dalam hal efektivitas serangan. Skuat Pesut Etam dinilai sangat klinis dalam mengonversi setiap peluang menjadi pundi-pundi gol yang meruntuhkan mental tim tamu.

“Kami sebetulnya mampu menciptakan sejumlah ancaman, namun hanya satu yang berhasil menggetarkan jala lawan. Kami harus duduk bersama, menganalisis rekaman pertandingan ini, dan mencari tahu akar masalahnya secara mendalam,” tegas Tavares seusai laga, dikutip dari persebaya.id, Minggu (8/3/2026).

Gagal Redam Strategi Jarak Jauh

Tavares menggarisbawahi bahwa strategi tim sebenarnya sudah berjalan dari sisi niat dan upaya. Rencana untuk bermain agresif, memenangi duel perebutan bola, serta menciptakan ruang tembak di area pertahanan Borneo FC sudah dipraktikkan oleh anak asuhnya.

Namun, kendala utama justru muncul dari skema serangan lawan yang sebenarnya sudah diantisipasi sejak masa persiapan di Surabaya. Tavares mengaku telah mewanti-wanti timnya soal bahaya tembakan jarak jauh dari para penggawa Borneo FC.

“Skema itu sudah menjadi materi pembahasan kami sebelum bertanding. Kami mengerti mereka punya deretan penembak jitu dari luar kotak penalti. Kami berusaha merapatkan barisan di area itu, tapi sayangnya eksekusi taktik di lapangan tidak berjalan mulus,” paparnya kecewa.

Transisi Bertahan Jadi Titik Lemah

Alih-alih menumpuk pemain di area pertahanan saat tertinggal, Persebaya memilih tetap bermain ngotot dan terbuka. Secara statistik, skuat Bajol Ijo sanggup melepaskan total 13 tembakan dengan empat percobaan yang mengarah tepat ke gawang (on target). Nahasnya, keberanian bermain terbuka ini justru mengorbankan kedalaman lini belakang.

“Dalam posisi tertinggal, kami dihadapkan pada dua opsi: menyerah atau terus menekan. Kami memutuskan untuk terus menyerang. Dampaknya, ruang di lini belakang menjadi sangat longgar, dan Borneo dengan cerdik memanfaatkannya lewat transisi cepat untuk mencetak gol tambahan,” jelas Tavares.

Kekalahan menyakitkan ini menjadi sinyal bahaya yang harus segera dibenahi. Beruntung, kompetisi Super League akan memasuki jeda yang cukup panjang, yakni selama tiga pekan.

Waktu rehat ini akan dimanfaatkan maksimal oleh jajaran pelatih Persebaya sebelum kembali merumput menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 4 April 2026 mendatang.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles