SAMARINDA, ALIANSIBERITA.ID – Lawatan Persebaya Surabaya ke markas Borneo FC pada pekan ke-25 Super League 2025/2026 berakhir dengan pil pahit.
Skuat Green Force harus mengakui keunggulan mutlak tuan rumah usai digilas dengan skor telak 1-5 di Stadion Segiri, Sabtu (7/3/2026) malam.
Dominasi Pesut Etam sudah terasa sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Gawang Persebaya yang dikawal Ernando Ari jebol satu kali sebelum jeda, dan situasi semakin tak terkendali ketika tuan rumah sukses menyarangkan empat gol tambahan di babak kedua.
Persebaya hanya mampu mencuri satu gol pelipur lara lewat eksekusi Leo Lelis.
Kehilangan Momentum Emas
Skor akhir sejatinya bisa berbeda jika Persebaya mampu memaksimalkan peluang di awal pertandingan.
Lewat pergerakan agresif Malik Risaldi dan Francisco Rivera, tim tamu sempat beberapa kali mengancam area pertahanan Borneo FC.
Nahas, penyelesaian akhir yang buntu berbanding terbalik dengan efektivitas tuan rumah. Borneo FC tampil sangat klinis dalam memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan barisan pertahanan Bajol Ijo.
Pukulan Telak di Luar Prediksi
Winger lincah Persebaya, Bruno Moreira mengakui bahwa hasil minor ini sama sekali di luar prediksi timnya. Kekalahan dengan margin empat gol menjadi pukulan telak yang harus ditelan mentah-mentah.
“Pertandingan ini jelas bukan laga yang biasa bagi Persebaya. Kami sama sekali tidak menyangka harus kebobolan hingga lima gol dan hanya membalas satu. Tapi, pertandingan sudah usai dan kami harus menerima kenyataan ini,” ungkap Bruno usai laga seperti mengutip laman resmi Persebaya, Minggu (8/3/2026).
Pemain berpaspor Brasil itu menilai rekan-rekannya sudah berjuang keras meladeni permainan impresif tuan rumah. Oleh karena itu, dia tak ingin skuadnya terlalu lama terjebak dalam rasa frustrasi.
“Dalam dunia sepakbola, ada kalanya kita meraih kemenangan, dan ada momen di mana kita harus kalah. Hari ini kami yang kalah, dan wajar jika semua pemain merasa sangat kecewa. Namun, sekarang bukan waktunya untuk terus meratapi hasil,” tuturnya.
Fokus Perbaikan Laga Selanjutnya
Ketimbang meratapi nasib pulang tanpa poin ke Surabaya, Bruno meminta seluruh elemen tim menjadikan kekalahan ini sebagai bahan introspeksi masif.
Pemain berusia 26 tahun tersebut berharap jajaran pelatih segera membedah rekaman pertandingan untuk mencari tahu letak kebocoran taktik malam itu.
“Semua pemain perlu merefleksikan diri dari laga ini. Pelatih pasti akan melakukan analisis yang lebih detail dan berdiskusi dengan kami di sesi latihan. Kita harus melihat apa yang sudah berjalan baik, dan segera memperbaiki hal-hal yang kurang. Kami siap belajar untuk tampil lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Bruno.



