33.2 C
Surabaya
8 August 2026
spot_img

Produk Sabut Kelapa Lapas Purwokerto Tembus Pasar China, 400 Coco Sheet Diekspor Perdana

ALIANSIBERITA.ID, PURWOKERTO – Produk hasil pembinaan warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto mulai menembus pasar internasional. Sebanyak 400 pcs Coco Sheet produksi lapas tersebut resmi dilepas untuk dikirim ke China, Sabtu (8/8/2026).

Pelepasan ekspor perdana itu dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi bersama jajaran Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Coco Sheet merupakan lembaran berbahan sabut kelapa yang dipadatkan dan digunakan sebagai alas dasar kasur. Material tersebut menjadi penyangga sebelum kasur diberi lapisan busa maupun pegas.

Produk Coco Sheet dari Lapas Kelas IIA Purwokerto diproduksi dalam program pembinaan kemandirian yang melibatkan 15 warga binaan.

Baru Dua Bulan, Sudah Tembus Pasar Ekspor

Produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto terbilang masih relatif baru. Kegiatan tersebut telah berjalan sekitar dua bulan sebelum akhirnya produk mendapat pasar di luar negeri.

Pengiriman ke China dilakukan melalui kerja sama dengan PT Chewy Louis. Produk tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri kasur di Tiongkok.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Dia menilai keberhasilan ekspor menjadi gambaran bahwa pembinaan kemandirian di dalam lapas dapat menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai keterampilan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

“Apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Purwokerto atas capaian ekspor 400 pcs coco sheet ke China. Ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan kemandirian di lapas mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan memiliki pasar di tingkat internasional,” ujar Mashudi seperti dilansir dari pernyataan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus memperlihatkan adanya peluang bagi hasil karya warga binaan untuk dikembangkan hingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Lapas Dorong Produk Warga Binaan Lebih Berkembang

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.

Pengembangan produk juga diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan cara tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman selama mengikuti kegiatan produksi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan agar semakin berkualitas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Aliandra.

Ekspor Coco Sheet ini bukan satu-satunya produk dari Lapas Kelas IIA Purwokerto yang berhasil dipasarkan ke luar negeri.

Sebelumnya, Lapas Purwokerto juga telah bekerja sama dengan PT Chewy Louis dalam ekspor produk mainan anjing ke pasar Eropa.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan memperkuat pembinaan kemandirian melalui kegiatan produksi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pasar bagi hasil karya warga binaan.

Bagi warga binaan yang terlibat, proses produksi Coco Sheet juga menjadi pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Related Articles

Komentar Anda

IKUTI KAMI

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles