DENPASAR, ALIANSIBERITA.ID – Kepedulian terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai penjuru Tanah Air. Dari Pulau Dewata, rombongan relawan gabungan resmi bertolak menuju lokasi bencana pada Kamis (10/9/2026) malam, sekitar pukul 21.27 WITa.
Pelepasan tim kemanusiaan ini dipusatkan di markas kawasan Gang Air Mancur No. 13 No. 1A, Pemecutan Klod, Denpasar Barat. Langkah nyata ini menjadi bukti kukuhnya kepedulian antarsesama di tengah duka akibat bencana alam.
Sinergi Lintas Elemen Kemanusiaan
Aksi tanggap darurat ini digerakkan oleh Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Bali bersama Ansharu Syariah Bali. Langkah mereka juga disokong penuh oleh jajaran elemen yang tergabung dalam Aliansi Muslim Bali, mulai dari Rumah Peduli Anisa, Sahabat Subuh, Mualaf Center Indonesia, Semeton Hijrah, hingga Pemuda Hijrah Bali.
Empat personel yang masuk dalam skuat utama lapangan dipercaya mengawal langsung pendistribusian dan penanganan di NTT. Mereka adalah Herman selaku komandan regu lapangan, didampingi Asrori dari Ansharu Syariah, serta Bambang dan Mirza.
Suasana pelepasan malam itu berlangsung hangat. Sekitar 17 tokoh serta perwakilan relawan hadir memberikan dukungan moral, di antaranya Basiri, Toro, Amirudin, Rudi, Teguh, Priono, Nanang, Yudhi, Hedi, Suyatno, Sugeng, Bul, Firdaus, Edi, Eko, Mahrus, hingga Ustaz Fauzan.

Bantu Dapur Umum dan Layanan Medis
Logistik yang diboyong dari Bali difokuskan pada kebutuhan pokok mendesak. Rombongan membawa minyak goreng, perlengkapan MCK, abon sapi, kain sarung, terpal, serta roti dan susu untuk anak-anak maupun warga penyintas.
Menariknya, untuk kebutuhan beras, tim memilih membelinya langsung di wilayah NTT. Langkah ini diambil guna mempermudah mobilisasi, meski harga beras di lokasi pascabencana cenderung melonjak tinggi. Bagi para relawan, nilai kemanusiaan jauh melampaui perhitungan materi.
Perwakilan relawan, Eko mengungkapkan bahwa pergerakan tim kali ini merupakan perkuatan dari gelombang relawan yang sudah tiba lebih dulu di NTT sejak hari pertama gempa terjadi.
”Ada yang sudah diterjunkan dari Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya sejak awal,” tutur dia saat pelepasan.
Fokus Dampingi Warga Selama Dua Pekan
Di lokasi bencana, skuat relawan ini tak cuma menyalurkan bantuan barang. Mereka juga bakal mendirikan posko kemah, mengelola dapur umum untuk pasokan makanan warga, serta membuka layanan medis darurat.
Rencananya, rombongan relawan dari Bali ini bakal bertahan di lokasi bencana selama dua pekan ke depan. Mereka ingin memastikan proses pemulihan awal penyintas gempa dapat berjalan optimal sebelum menyerahkan estafet penanganan ke tim lanjutan.
Ketulusan yang ditunjukkan para relawan ini menegaskan bahwa solidaritas warga Indonesia tak pernah padam saat saudara sebangsa tertimpa musibah.



